Sponge Bob Team, We Love Indonesia


Mereka terkenal kompak yang memiliki teknik bermain yang sering membuat ‘’keder’’ lawan-lawannya. Meski baru sebatas tim basket ‘’sekolahan’’, tapi soal disiplin, mereka sudah berani memasang standar disiplin yang tinggi. Siapa yang telat latihan, jangan kecil hati jika diberi ‘’bonus’’ hukuman!

Jangan heran ketika mendengar kata “Sponge Bob” di sebuah pertandingan basket. Karena ‘Sponge Bob’ yang ini bukanlah tokoh kartun berbentuk keju, penghuni kota ‘bikini bottom’, melainkan satu tim basket handal di SMAN 2 Pekanbaru yang sudah eksis mengikuti kompetisi basket selama dua tahun belakangan ini.
Kalau ditanya semangat, wah.. nggak usah diragukan lagi deh. Karena mereka emang sudah terobsesi banget untuk jadi tim basket tangguh. Makanya, meski sedang sibuk dalam pelajaran di sekolah, mereka tetap disiplin latihan tiga kali seminggu.

“Karena untuk melatih fisik dan kekompakan, latihan itu sifatnya wajib,” begitu kata Leonard Franky, center dari Sponge Bob Team.

Dia bilang, itu baru latihan yang rutin. Kalo menjelang pertandingan, mereka bisa latihan lebih ketat. “Kami latihan tiap hari. Capek memang, tapi demi jadi jawara, memang harus begitu kan,” kata Leonard lagi.


Satu hal yang sering bikin kagum para penggemar basket yang sering menonton mereka berlaga yakni kekompakan yang begitu solid. Untuk ini, ternyata Sponge Bob memang punya resep khusus.

“Kami berusaha untuk saling menghargai sebagai satu keluarga. Dari teman satu tim, karakter kami memang beda-beda. Ada yang pendiam, ada yang mudah emosi, ada yang sifatnya tertutup. Tapi semua perbedaan itu kalau sudah di lapangan lebur jadi satu,” ujar Leonard bangga.

Mereka juga menerapkan sedihmu adalah sedihku, bahagiaku adalah bahagiamu juga.

“Jadi, kalau soal berbagi, baik dalam pertandingan atau pun sedang di rumah itu sudah biasa. Yang pasti, Sponge Bob Team We Love Indonesia

kami sudah bertekad ingin membawa tim ini bisa menempuh persaingan tim basket tingkat nasional dengan modal kekompakan,” tegas kapten Sponge Bob Team, Yudhie Pratama. Kata Yudhie, mereka ingin menjadi tim basket profesional yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Kami ingin sekali bisa mengharumkan nama Indonesia ke luar negeri. Dan supaya bangsa kita disegani karena prestasi olahragawannya. We love Indonesia,” kata mereka serempak.

Meski sudah sering menjajal diri dalam berbagai turnamen, tapi Sponge Bob Team tetap berusaha menjauhkan diri dari kebanggaan akan diri sendiri yang berlebihan. Karena, menurut mereka, sifat seperti itu adalah awal dari kegagalan.

“Sebenarnya kemenangan adalah tantangan bagi kami. Karena, semakin ke depan, kami yakin lawan kami semakin tangguh. Makanya, satu-satunya cara yang kami lakukan adalah tetap terus menjaga kekompakan dan pantang menyerah,” kata mereka.

Saat ini, Sponge Bob Team sedang berlatih keras untuk menghadapi turnamen XL Heroes. Tim basket tangguh dari Smanda ini sudah menyusun strategi agar bisa sukses di gelanggang basket nanti.

Satu hal yang tetap harus dan wajib diterapkan dalam tim Sponge Bob adalah disiplin.
“Walau dalam keseharian kami akrab sudah seperti keluarga namun, kalau soal waktu latihan wajib disiplin. Nggak ada toleransi. Jika, sudah sepakat untuk latihan maka, harus latihan. Namun, jika ada yang mengganggu jadwal, terlambat atau nggak datang latihan, maka, dia wajib dihukum,” tukas Leo menegaskan.(Shahidz_WMD)

Dapat Penghargaan, Ayudia Bing Slamet Kaget

Saat namanya disebut sebagai penerima penghargaan pelaku seni yang mendukung kegiatan kepemudaan 2008, Ayudia Bing Slamet sangat terkejut. Dia tidak menyangka sama sekali. Karena selama ini tak pernah terbesit sama sekali hal semacam itu dalam benaknya.

Pastinya penghargaan semacam ini akan membuat dia semakin termotivasi untuk terus belajar. Dengan bekal akademik tinggi kelak, ia pingin nantinya bisa membenahi tatanan yang salah sekarang ini. Seperti korupsi yang masih merajalela walau KPK sudah gahar menanganinya.


Di sisi lain Ayudia juga sangat menyayangkan sikap anak-anak muda sekarang yang terlihat malas sekolah. Padahal mereka mampu untuk itu. ‘’Kalau memang nilai akademik kurang , boleh saja pilih bidang olahraga. Kita harus selalu tumbuhkan semangat pendidikan,’’ ujarnya semangat.

Saat disambangi di kantor Menpora (18/5), cucu seniman legendaris Bing Slamet ini berpesan agar pemuda yang masih sekolah haruslah lebih serius lagi belajar. ‘’Jangan main-main, lagian itukan duit orang tua,’’ kata bintang sinetron yang bercita-cita sebagai ekonom ini.

Biografi: Ayudia Bing Slamet

Ayudhia Maharani atau lebih dikenal dengan nama Ayudhia Bing Slamet, lahir di Jakarta, 13 September 1990. Ia adalah pendatang baru dalam dunia film dan sinetron Indonesia.

Ayudia telah membintangi beberapa sinetron di antaranya, Do dan Anugrah, Nirmala, Bintang, Pintu Hidayah dan Cowok Impian. Sementara di dunia layar lebar, dirinya pernah membintangi film garapan Deddy Mizwar.

Ayudia sendiri adalah cucu dari pelawak senior, Bing Slamet. Ia adalah anak dari Hilmansyah Bing Slamet dan Cindywati, yang berarti keponakan dari aktor dan penyanyi senior, Adi Bing Slamet, Iyut Bing Slamet dan Uci Bing Slamet.

(nto/net)

Postar Dimulai

PEKAN Olahraga dan Seni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Postar) UIN Suska Riau kembali bergulir pada Rabu (21/5) lalu. Ajang perlombaan di bidang olahraga dan seni antar mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini seperti tahun-tahun sebelumnya akan memperebutkan piala Dekan.

Namun sayang persaingan untuk mendapatkan juara umum (piala Dekan) tidak begitu antusias. hal ini terlihat dari enam cabang yang terkena diskualifikasi karena ketiadaan peserta.


‘’Hingga kini sudah eman buah cabang lomba putra-putri yang gugur karena tak ada peserta, empat cabang yang gugur dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI-red),” ujar ketua panitia, Mukhlisin.

Pendidikan Agama Islam (PAI) selaku juara bertahan yang menjadi pemegang Piala Dekan tahun lalu tetap optimis. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta lomba dari PAI lolos ke babak selanjutnya di beberapa cabang lomba yang mereka ikuti, termasuk tim sepak bola mereka yang lolos ke babak selanjutnya pada Jumat (23/5) petang lalu.

Adapun lomba yang diadakan hingga Selasa (27/3) besok pada Postar tahun ini diantaranya adalah Tenis Meja, Volly Ball, Sepak Bola, Kaligrafi, Tilawatil Quran, Drama dan Nasyid.(Hendrawan - UIN Suska Riau)

Ingin Menjadi Juara Dunia

DIUSIANYA yang masih remaja, tapi sudah mengharumkan nama daerah dengan prestasinya sebagai atlet. Namun, ia belum puas, masih banyak impiannya yakni menjadi pemain PON XVIII tahun 2012, bahkan ingin menjadi juara dunia.


Adalah Dwi Sespineari namanya. Anak dari pasangan Drs H Suniman dan Dra Hj Yusnida ini sudah meraih puluhan medali dan piala dalam berbagai kejuaraan. Diantaranya juara 3 (tunggal) Popwil I se-Sumatera di Padang (2007), juara 1 (tunggal) Porseni tingkat SLTA se-Provinsi Riau (2007), juara 2 Popda tingkat II Kota Pekanbaru (2006), juara 1 (tunggal) dan juara 2 (ganda) Popda Riau (2006), juara 1 (tunggal) dan juara 2 (ganda) Porda V Riau (2006), juara 2 Popda Kota Pekanbaru (2005), Juara 3 (tunggal) kejuaraan antar Pengcab se-Provinsi Riau (2004), juara 1 Porseni tingkat SLTA se-Riau (2004), juara 1 hari jadi ke-219 kota Pekanbaru 2003, juara 1 Kejuaraan Terbuka Hut-RI antar kecamatan (2002),juara 3 Prapon di Jakarta tahun 2002, dan masih banyak lagi kejuaraan yang diraihnya.
Cewek hitam manis ini mengaku dengan menjadi atlet tak lepas dari dukungan kedua orang tuanya.

‘’Aku disupport penuh ama kedua orang tuaku, seperti beli peralatan tenis meja. Juga, kalau pertandingannya di Pekanbaru, ortu dan keluargaku ikut nonton untuk beri semangat,’’ kata cewek yang berkulit sawo matang ini kepada Xpresi, Sabtu (25/5) melalui telepon selularnya.

Pertama kali, cewek kelahiran Air Molek, 23 Juli 1990 ini terjun untuk mengeluti tenis meja diajak sama tetangga di dekat rumahnya yang bernama Ghazali yang merupakan wasit nasional tenis meja. Ghazali menyarankan Sespi biasa Dwi Sespianeari dipanggil untuk masuk klub latihan tenis meja. Ketika itu, ia masih kelas IV SD. Dan, akhirnya alumni SD 030 Tampan dan SMP 21 Pekanbaru ini pun masuk ke klub Akasia untuk berlatih.

‘’Pertama kali hanya iseng-iseng aja sambil cari pengalaman,’’ungkap siswa kelas XII IPS 1 SMAN 5 Pekanbaru yang berencana kuliah di UII Jogjakarta Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi. Dengan menjadi alet ia mengaku waktunya bersama keluarga dan teman-teman menjadi lebih sedikit.

Namun, itu terobati dengan prestasi yang diraih. ‘’Dukanya waktu sama keluarga dan teman-teman menjadi lebih sedikit karena harus latihan setiap hari. Sedangkan sukanya bangga dengan prestasi yang diraih dan lebih dikenal banyak orang,’’ ujarnya ketika ditanya suka dukanya menjadi seorang atlet.

Untuk menambah kemampuan di bidang Tenis Meja, cewek berbintang leo ini memilih melanjutkan studinya di pulau Jawa. Karena, menurutnya, di Jawa itu lebih maju dibandingkan dengan di Sumatera. Dengan kuliah di sana, ia juga bisa mengasah kemampuannya.

’’Sambil kuliah disana (Jawa), juga memperdalam ilmu tenis meja danmenambahpengalaman,’’tuturnya. Dengan demikian, cita-citanya untuk mengharumkan bangsa dan negara yang bernama Indonesia ini semoga bisa terwujud. Bukan mustahil bukan? (Dodi Putra, MAN1 Pekanbaru)

SMAN 4 Pekanbaru Juara Smanda Cup

SMAN 4 Pekanbaru Juara Satu Smanda Cup pada pertandingan sepakbola yang dilaksanakan pada (7/5) lalu diikuti oleh seluruh SMA se-Pekanbaru. Turnamen yang diadakan oleh SMA Negeri 2 Pekanbaru berlangsung di lapangan Baterai P ini berhasil membawa klub SMAN 4 Pekanbaru melaju hingga ke babak final.

Penutupan serta final diadakan pada Sabtu (17/5). Pertandingan pertama antara SMAN 4 melawan SMAN 3 Pekanbaruyang berhasil membawa SMAN 4 menjadi lebih unggul lewat gol adu penalti 8-7. Selanjunya diadakan pertandingan babak berikutnya antara kesebelasan SMAN 5 melawan SMAN 4, dan SMAN 4 unggul lewat gol adu penalti juga dengan skor 5-4. SMAN 4 kembali bertanding lagi melawan SMAN 10, dan lagi-agi unggul dengan skor 5-4. Akhirnya membawa tim SMAN 4 masuk ke babak final yang dilaksanakan Sabtu (17/5).


Pada babak final, SMAN 4 melawan SMAN 11 untuk merebut juara 1 dan Runner Up. Akhirnya SMAN 4 berhasil membawa piala kemenangan setelah menaklukkan SMAN 11 setelah gol adu penalti 5-4. Tim sepakbola SMAN 4 Pekanbaru mengaku bangga dengan apa yang telah mereka raih. Menurut mereka, kemenangan ini diraih karena buah dari kerja keras.

‘’Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan gelar juara 1 Smanda Cup. Kami akui lawan kami memang tangguh. Namun berkat kerja keras dan kerja sama tim seta dukungan dari para supporter, kami bisa mendapatkan gelar juara ini,’’ ungap Rianda, salah satu pemain bola SMAN 4 Pekanbaru.

Ini bukan pertama kalinya tim sepakbola SMAN 4 meraih prestasi. Sebelumnya sudah cukup banyak prestasi yang mereka ukir seperti Gelar juara 1 di SMAN 3 Cup, Gubernur Cup 2007 Mendapatkan Juara 2, Masmur 3 Cup, Ulang Tahun Kotamadya, dan banyak lagi. Pak Chairil, selaku Pembina Tim Sepakbola SMAN 4 berharap untuk kedepannya tetap optimis meningkatkan prestasi olahraga, terutama sepakbola.

‘’Perjalanan masih panjang, dan langkah kita belum terhenti sampai disini, tetap berusaha meraih yang terbaik. Sukses untuk tim sepakbola SMA 4 Pekanbaru, ‘’ ungkapnya. (Bian, SMAN 4 Pekanbaru)

Bangkit Indonesia

BERTEPATAN dengan Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/05), Lembaga Dakwah Islam Hizbut Tahrir Indonesia menggelar Seminar Nasional yang bertajuk ‘’Menuju Kebangkitan Indonesia’’. Acara yang digelar di aula utama Masjid Agung An Nuur ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, terlebih lagi dari para mahasiswa seluruh universitas se-Riau. Ini Dibuktikan dari para peserta yang membludak menghadiri seminar yang mencapai ribuan peserta.

Seminar yang dimulai pukul 08.00 Wib ini, dihadiri oleh tiga narasumber dari berbagai profesi yaitu, Munarwan SH, Direktur An-Nashr Institute Jakarta Drs H Deliarnov Msc yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Unri, Ketua DPP Hizbut-Tahrir Indonesia Zamroni Ahmad.


Dalam acara seminar ini, ketiga narasumber menjelaskan masing-masing perihal mengenai Kebangkaitan nasional. Mulai dari sejarah munculnya hari kebangkitan nasional, problematika politik, ekonomi, sosial, budaya, yang dihadapi bangsa Indonesia pada masa lalu yang belum ada penyelesaiannya dan sampai sekarang masih tetap dirasakan. ‘’Tiap tahun, memperingati hari kebangkitan nasional !! Apakah sebenarnya Indonesia sudah bangkit ?? atau masih tertidur dalam dunia yang makin porak poranda ini?,’’ Ungkap Munarwan.

Munarwan sebagai pembica pertama, membuka sesi dialog
para peserta yang menghadiri seminar dan sempat terdengar ucapan Allah Akbar dari seluruh para peserta yang yang semangat mengikuti acara seminar pada sesi acara terakhir seminar.

‘’Insyaallah, semoga acara ini memperoleh manfaat dan diridhoi oleh Allah SWT dan semoga Apa yang menjadi tujuan diselenggarakan seminar ini, tercapai yaitu semangat Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan, maju mencapai masyarakat yang sejahtera,’’ ungkap Jabir Ardiansyah SAg SH MHum selaku moderator saat menutup acara seminar.(Melda, Mahasiswi Ekonomi Pembangunan Unri 07)

PAI Tumbangkan Ekonomi

TIM Sepak Bola Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil lolos ke babak selanjutnya setelah menumbangkan tim Pendidikan Ekonomi pada lanjutan Pekan Olahraga dan Seni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Postar) UIN Susuka Riau pada Jumat (23/5) lalu.

PAI berhasil unggul 3-0 tampa balas atas Ekonomi. Dominasi PAI terlihat sejak babak pertama dimulai dengan lahirnya gol cepat dari kaki Hamdan pada menit ke sepuluh, skor 1-0 untuk keunggulan PAI bertahan hingga turun minum.


Pada babak kedua masih terlihat dominasi pertandingan oleh PAI atas lawannya. Kali ini Dian, pemain senior PAI berhasil mengoyak gawang Ekonomi melalui tendangan bebas dari jarak 24 meter.

Keunggulan 2-0 tidak mebuat serangan para pemain PAI mengendor, 10 menit sebelum pertandingan usai Dian yang menjadi Man of The Match pada pertandingan sore itu kembali membuat gol spektakuler. Pemian bernomor punggung enam belas ini menggiring bola dari lapangan tengah dan melewati empat pemain belakang lawan sebelum mengecoh penjaga gawang, 3-0 untuk keunggulan PAI yang bertahan hingga bubar.

Dengan kemenangan ini PAI lolos ke babak selanjutnya menemani tim Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Tim Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang telah lolos pada dua pertandingan awal. Pada semi final nanti PAI akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Kimia yang dilangsungkan pada Sabtu (24/5) sore.(Hendrawan - UIN Suska Riau)

Dari Pelatihan Mading Tingkat SD se-Pekanbaru

Berekspresi di Dinding Sekolah

Dunia tulis menulis ternyata bukan cuma menarik siswa SMP dan SMA. ANak SD-pun banyak yang suka berekspresi lewat majalah dinding. Ini terbukti dari betapa antusiasnya siswa-siswa dari 20 SD se-Pekanbaru yang mengikuti pelatihan majalah dinding (mading) yang ditaja Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang bersempena HUT IKWI ke-47.

Acara itu berlangsung sejak Sabtu (25/5) kemarin dan berlangsung selama dua hari di aula Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Acara dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Kesenian dan Pariwisata Provinsi Riau, Joni Irwan SH.


“Selama ini pelatihan mading hanya untuk anak SMP dan SMA saja. Sedangkan anak SD seolah terpinggirkan. Sehingga dengan diadakan pelatihan ini, diharapkan setelah itu anak-anak dapat lebih mengetahui tentang mading,” kata Joni Irwan kepada Xpresi.

Irwan juga mengaku salut karena acara ini digelar di museum. Dengan begitu diharapkan anak-anak SD sejak dini sudah mengetahui budaya dan sejarah daerahnya.

‘’Anak-anak kita sekarang tidak tahu dengan budaya dan sejarah daerahnya. Mereka lebih tahu dengan Dora Emon,’’ ujarnya sambil tertawa.

Acara yang dimulai 08.30-16.00 WIB ini berlangsung seru. Beberapa pembicara yang hadir adalah Saidul Tombang (redaktur pelaksana Riau Pos), Khairul Amri Buddy Syafwan (redaktur di Riau Pos). Para peserta tampak sangat antusias.

Banyak siswa bertanya seputar mading. Bahkan, yang bertanya bukan saja siswa SD, para guru pembimbingnya pun tak mau kalah. Ada yang bertanya tentang cara membuat mading yang menarik, struktur pengurus, dan lainnya. Dan, materinya bukan hanya tentang mading seperti teknik mading dan lay out mading dan membuat mading kreatif tapi juga pengenalan dasar jurnalistik.

Sonia Natalia misalnya. Murid SD Santa Maria kelas IV ini mengaku baru pertama kali ini mengikuti palatihan mading. ‘’Senang karena dapat ilmu sehingga bisa berkarya dan memanjangnya,’’ kata cewek pengurus mading sekolahnya.

Selain pelatihan, para peserta juga diajak berkeliling museum. Setelah itu, melakukan kunjungan ke Riau Pos. Dan, hari ini dilakukan lomba mading dengan tema museum. Juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai 2 juta, satu piala dan piagam. Juara 2 mendapat 1,5 juta, piala, dan piagam. Sedangkan juara 3 mendapatkan uang tunai sebesar 1 Juta, piala dan piagam. Sementara itu, harapan satu, dua dan tiga, masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500.000.(Dodi Putra, MAN 1 Pekanbaru)

Fisipol Unri Peringati Harkitnas

MOMEN peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Riau (Unri) ditandai dengan menggelar berbagai atraksi. Mulai dari orasi oleh mahasiswa hingga pembacaan puisi dari dosen.

Harkitnas di Fisipol tersebut, Sabtu (24/5) dihadiri Rektor Unri Prof Dr H Ashaluddin Jalil MSi dan Dekan Fisipol Unri Drs H Ali Yusri MSi. Pada Harkitnas ini dosen dan mahasiswa diberikan kebesan berekpresi.


Rektor Unri Prof Dr H Ashaluddin Jalil mengaku sangat sedih peringatan Hardiknas kurang semarak bila dibandingkan dulu-dulunya. ‘’Saya tidak mengetahui, kenapa masyarakat bahkan mahasiswa tidak begitu peduli lagi hari-hari besar kenegaraan,’’ ujarnya.

Kegiatan serupa inilah bagian untuk memperkenalkan kembali hari-hari kebesaran kenegaraan. ‘’Saya rasa, kemungkinan mahasiswa banyak tidak hapal lagi dengan lagu-lagu kebangsaan,’’ ujar Ashaluddin Jalil.

Dalam kesempatan itu, Ashaluddin Jalil mengajak terutama orang-orang kaya dinegeri ini agar mau memberikan beras murah, biaya pendidikan murah dan kesehatan murah kepada orang yang tidak mampu.

‘’Janganlah beras murah, pendidikan murah dan biaya kesehatan murah yang diperuntukan bagi orang tidak mampu dinikmati orang-orang kaya,’’ tuturnya.(Febrianda, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fisipol Unri)

Bimbelnya Pelajar Indonesia

BIMBINGAN Belajar (Bimbel) Smart Ganesha (SG), Selasa (20/5) lalu mendeklarasikan slogan baru. Bunyinya ''Bimbelnya Pelajar Indonesia''. Peluncuran itu dilaksanakan di Fakultas Perikanan(Faperika) Universitas Riau (Unri).

Tidaklah terlalu berlebihan bila SG memproklamirkan diri sebagai bimbelnya pelajar Indonesia, mengingat saat ini siswa SG tidak hanya berasal dari sekolah unggulan yang datang dari kabupaten dan kota yang terdapat di Riau, melainkan juga dari provinsi tetangga seperti Sumut, Sumbar dan Kepri.


''Smart Ganesha ingin turut berperan aktif mendukung Visi Riau 2020 sebagai pusat pendidikan dan berupaya memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia,'' papar Ramadin SE Ak, pimpinan SG.

Di kesempatan yang sama SG juga melaksanakan acara pembukaan Smart Intensif Seleksi Nasional Masuk-Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN)yang merupakan nama baru dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

Acara ini dihadiri 300 orang siswa dan alumni SG yang sekarang sudah menjadi mahasiswa berbagai PTN di seluruh penjuru Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor (PR) III Unri Drs Rahmad MT dan Pembantu Dekan IV Deni Efizon Msc.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga kata sambutan dari PR III Unri. Dalam kata sambutannya Drs Rahmad MT yang merupakan PR III Unri mengajak para calon mahasiswa untuk berwawasan lebih luas serta memahami benar mekanisme masuk PTN agar dapat lulus SNM-PTN dan dapat kuliah di jurusan dan Fakultas yang diinginkan.

''Sebagai calon mahasiswa, kita jangan hanya berpandangan Riau saja, tapi harus Indonesia! Masih banyak PTN bagus di luar Riau, jangan hanya berpikir untuk kuliah di Riau,'' pesannya. Ini merupakan pertama kalinya sebuah bimbel di Riau melaksanakan launching-nya di Unri. (Gagas Tri Anggoro-CCMD SMA Cendana Pekanbaru)

Siswa SMAN 1 Tualang Stuban ke Sumbar

SISWA Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tualang, Kabupaten Siak yang tergabung dalam pramuka Gudep 09-04-041, Sabtu (17/5) lalu melakukan studi banding (Stuban) ke Sumatera Barat (Sumbar).

Kegiatan yang diadakan, yaitu jalan-jalan keberbagai tempat wisata yang ada di Sumbar di antaranya Lembah Arau, Payakumbuh, Danau Singgkarak, Pantai Arta Padang, Danau Maninjau dan Jam Gadang Bukit Tinggi.


Sedangkan Pramukanya menginap di Minang Village Fantasi Padang Panjang. Kegiatan yang mereka lakukan, antara lain pemutaran film global warning serta pelantikan pradata putra putri Gudep SMAN 1 Tualang.

‘’Kami di sana selam tiga hari dan selama itu kami melakukan berbagai kegiatan yang sangat menyenangkan. Salah satunya acara pemutaran film global warning. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kami dapat menyadari lebih jauh lagi akan pentingnya pemeliharaan alam,’’ Tutur Tetha dengan semangat ketika ditanyai bagaimana pendapatnya mengenai kegiatan tersebut.(Sur wmd SMAN 1 Tualang)

Lailatul Rizkah Disiplin Waktu

SIAPA yang tak kenal dengan Lailatul Rizkah.
Dara berjilbab kelahiran Pekanbaru, 26 November 1994 yang berstatus sebagai siswi kelas dua SMP Islam As-Shofa ini cukup dikenal di lingkungan sekolahnya.

Selain aktif berorganisasi, Rizkah sapaan akrabnya ini juga adalah bintang sekolah di SMP Islam As-Shofa. Buktinya, sejak duduk dibangku SD dan sampai sekarang, Rizkah slalu mendapatkan nilai paling tertinggi disekolahnya.


Selain itu, cewek yang mempunyai hobi membaca dan jalan-jalan ini mempunyai segudang prestasi yang cukup membanggakan yaitu Juara 1 Olimpiade fisika antar seluruh siswa SMP se-Riau, Juara 2 olimpiade Matematika, dan Juara 1 Pidato Bahasa Inggris yang diadakan oleh Unri tahun 2007 yang lalu.

Rizkah mengaku, semua prestasi yang telah dipelorehnya didapatkan berkat kedisiplinannya dalam mengatur waktu untuk belajar dan bermain. ‘’Yah, dari kecil aku udah diajarin, buat disiplin pada waktu. Mana buat belajar dan mana buat bermain. Semua kegiatan yang sudah kujadwalkan, aku lakukan tepat waktu.

Pokoknya teratur deh, sesuai prosedur yang dibuat,’’tutur Rizkah mantap.(Melda, Mahasiswi Ekonomi Pembangunan 07)

”Indonesia bisa!”

20 Mei 2008

Bagi kamu penyuka cerpen, cerita kali ini sangat menarik. Seorang pemuda, lewat mimpi, akhirnya sadar betapa bahagianya bisa menjadi diri sendiri.


Yup, mencintai diri sendiri memang terdengar mudah, namun sesungguhnya sulit sekali dilaksanakan. Apalagi mencintai bangsa sendiri. Dijajah beratus tahun membuat bangsa kita sering tidak pede akan kemampuan diri.
Tapi, 20 Mei 2008, inilah saatnya untuk bangkit dan berkata lantang, ”Indonesia bisa!
Salam

Menunggu Harap

Jika hari telah teduh,
'kan kujemput kau di kala petang
dengan segenggam harapan

'kan kita semaikan
benih kerinduan itu,
di ladang yang telah lama
kita siapkan


dan di kala kita menanti semi datang
kubawakan seteguk cinta
di gersangnya hati ini

Kita hanya pandai bercita sayang...
kini teduh itu belum juga datang.

Hendrawan
UIN Suska Riau

Komputer Multitouch Seukuran Tembok

Microsoft tampaknya memang senang bermain-main dengan perangkat multitouch. Pada Mei 2007, produsen raksasa software tersebut membuat gebrakan dengan Surface. Itu adalah komputer ber-interface multitouch yang bentuknya serupa dengan meja kopi. Nyaris setahun kemudian, Microsoft mengembangkan teknologi pada Surface dengan membuat Touchwall.

Sesuai dengan namanya, Touchwall merupakan layar komputer multitouch seukuran tembok. Tepatnya, ukuran Touchwall adalah 4 x 6 kaki (setara 1,2 x 8 meter).


Kurang lebih seperti Microsoft Surface dengan ukuran yang lebih besar dan berposisi vertikal. Perangkat Touchwall terdiri atas sebuah PC, layar raksasa berbahan plexiglass, rear projector, kamera inframerah, dan tiga buah laser inframerah. Di dalam PC, terdapat OS Vista dan sebuah sistem operasi khusus bernama Plex.
Ketiga laser inframerah akan melakukan scanning pada permukaan Touchwall. Ketika sesuatu mematahkan jalur yang diproyeksikan oleh laser, kamera langsung mendeteksi gerakan tersebut. Selanjutnya, informasi itu diteruskan ke software Plex dan diproses oleh komputer.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh pengguna Touchwall? Dalam video demonstrasi, Director of Envisioning Microsoft Ian Sands bisa melakukan scrolling terhadap beberapa media yang letaknya berhamburan pada desktop dengan tangan. Dia juga mampu melakukan infinite zoom in dan zoom out.

Bahkan, dia mampu mengubah keseluruhan layar Touchwall menjadi semacam whiteboard untuk menggambar. (Hendrawan/net)

Pilih PTN Pulau Jawa Bisa di Unri

BAGI lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berminat kuliah keluar Provinsi Riau, tidak perlu juah-jauh mendaftarkan diri dengan datang langsung ke perguruan yang dituju. Mereka cukup mendaftar di Unri. Kendatipun nama itu diubah dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) menjadi Seleksi Nasional Masuk (SNM) Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mekanisme penerimaan mahasiswa baru, kata Rektor Unri Ashaluddin Jalil, sama dengan SPMB. Mahasiswa yang memilih PTN tidak perlu ke Pulau Jawa. Misalnya mengikuti tes di Unri dan mau memilih PTN di Jawa, silakan saja membeli formulir pendaftaran di Unri.


Senada dengan itu, Pembantu Rektor (PR) I Dr Aras Mulyadi mengatakan, pemerintah merombak SPMB menjadi SNM PTN adalah untuk perekat bangsa. Kemudian memberikan kemudahan bagi anak bangsa untuk leluasa memilih PTN yang dikahendaki. Ini artinya, dimana mereka berada, ia bisa memilih PTN sesuka dimanapun dikehendaki.

Waktu pendaftaran SNM PTN dilaksanakan tanggal 16 hingga 27 Juni. Sedangkan 16 sampai 28 Juni pengembalian formulir. ‘’Ujian tulis dilaksanakan tanggal 2 hingga 3 Juli 2008 dan pengumuman insyahallah akhir Juli atau awal Agustus,’’ ungkapnya.

Untuk pembelian formulir bisa dilakukan calon mahasiswa pada Bank Mandiri di mana saja. Formulir yang dibeli, Bank Mandiri akan memberikan tanda pembelian dan pengambilan formulir yang akan dibuka di Unri Panam dan di UIN Suska Riau. Pengembalian formulir, loket yang dibuka adalah di kampus Unri Panam.(nto)

HATI YANG TERLUKA

tak mudah bagiku
untuk melupakan dirimu
antara kau bersamaku
disaat indah dahulu . . .
biarkan aku mencoba
walau berat bebanku
jika terbaik untukmu
aku lakukan semua itu . . .


kini ku lihat dirimu
bahagia bersama dirinya
tapi kenapa dirimu
membutakan mataku . . .
berakhir sudah semuanya
antara kau bersamaku
biarlah ku bawa pergi
hati penuh luka ini. . .


IBU

kau bina hidupku
disetiap waktu
keringat wajahmu
saat membesarkan ku . . .

pengorbanan dirimu
sungguh berarti bagiku
kau lakukan untuk ku
demi kebahagiaan hidupku . . .

kau terangi diriku
saat gelap menerpaku
kan ku kenang jasamu
di setiap hidupku. . .



HILANG

Tiada pernah kubayangkan
Kebahagiaan diriku . . .
Dirimulah aku merasakan
Semua kebahagiaan itu . .

Lembut belaianmu
Tiada bisa ku lupakan
Manis kata hatimu
Memberontak di pikiran . . .

Tapi kini kau hilang
Tiada jejak lagi
Hilang di mataku
Keredupan jiwaku . . .

Rizal
siswa kelas XI IPS 2 SMAN 3 Bengkalis

Satu Ponsel, Tiga Wajah

Hingga bulan kelima 2008, Motorola belum mengeluarkan ponsel high end terbaru yang potensial menarik minat pengguna di Indonesia. Minggu lalu, Motorola menjawabnya dalam acara Music You.

Pengguna ponsel yang sekaligus merupakan pencinta musik disodori Motorola ROKR E8. Ponsel ini memiliki tiga wajah berbeda: telepon, musik, dan kamera. Pada mode telepon, di bawah layar terlihat keypad numerik virtual. Saat keypad virtual itu dipencet, akan terasa adanya tactile feedback alias nuansa tekanan seperti kala memencet keypad konvensional.


Untuk berpindah ke mode musik, pengguna cukup menekan satu tombol. Keypad numerik bakal lenyap dan digantikan oleh tombol music player. Ingin masuk ke mode kamera? Pencet tombol kamera di sisi kiri ponsel. Kemampuan bertransformasi seperti itu oleh Motorola dinamakan teknologi ModeShift. Di E8, Motorola menerapkan navigasi yang disebut FastScroll. Tombol navigasi ini mempermudah pengguna menelusuri kontak, kumpulan foto, atau ribuan lagu yang tersimpan di ponsel. Cukup geserkan jari melingkar ke kanan atau kiri. Sama dengan beberapa ponsel terbaru Motorola, E8 juga mengadopsi teknologi CrystalTalk yang memberikan kenyamanan bertelepon di lokasi gaduh.

Ponsel berdimensi fisik 115 x 53 x 10,6 mm dan berat 100 gram tersebut dibekali memori internal 2 GB dan slot microSD. Transfer lagu dari komputer ke ponsel bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Di lokasi acara peluncuran E8, penulis mencoba mentransfer lagu memakai laptop yang memiliki port USB 2.0 dan telah diinstalasikan Windows Media Player 11. Hasilnya, satu lagu berukuran sekitar 4 MB tuntas dimasukkan ke E8 dalam waktu kurang dari dua detik. Yup, tak sampai dua detik!

Spesifikasi lain ponsel candy bar berwarna hitam itu, di antaranya, layar TFT 262 ribu warna, bluetooth A2DP, dan kamera dua megapiksel. Ada pula airplane mode, GPRS/EDGE, dan colokan headset 3,5 mm. E8 mulai tersedia di Indonesia pada minggu ini dengan harga jual Rp 2,999 juta. Sekadar pembanding, ponsel quad band GSM itu minggu lalu dijual di Malaysia pada kisaran harga MYR 1.299. Bila satu ringgit Malaysia setara Rp 2.900, berarti harga E8 di sana sekitar Rp 3,76 juta. Selain E8, Motorola menghadirkan tiga speaker portabel pada acara yang sama. Tipe terendah, EQ3, berwujud speaker lipat yang mudah dibawa bepergian. Ia dapat dihubungkan ke ponsel atau peranti lain via kabel dengan colokan 3,5 mm.

Dua tipe lainnya, EQ5 dan EQ7, memiliki dua pilihan koneksi: kabel dengan colokan 3,5 mm dan bluetooth A2DP. Suara musik yang diputar dari ponsel terdengar lebih prima di EQ5 dan EQ7. Ketika pengguna melakukan percakapan telepon, dua aksesori itu dapat difungsikan sebagai speakerphone.

EQ7 adalah stereo speaker Hi-Fi nirkabel hasil kerja sama antara Motorola dan JBL. Kinerjanya tak perlu disangsikan lagi. Namun, harganya juga pasti tidak akan murah meriah. EQ3, EQ5, dan EQ7 akan beredar di Indonesia pada bulan depan. Harga ritel tiap produk belum diketahui. (Hendrawan/net)

Disturbed Beberkan Masa Gelap

PENDERITAAN umumnya membuat orang jadi kehilangan akal. Saat masa-masa sulit datang, mayoritas orang akan sulit bertindak rasional. Jika terjadi pada musisi, penderitaan berpotensi mematikan daya kreasi. Namun, tidak demikian halnya dengan band heavy metal, Disturbed.

Masa-masa gelap yang menimpa sang vokalis, David Draiman, justru dijadikan sebagai inspirasi untuk album keempat. Kabarnya, rilisan terbaru band yang ngetop berkat single Stupify (2000) itu akan diberi titel Indestructible.


Periode gelap hidup Draiman memang menjadi inspirasi utama materi album. Ide ini pun lantas dikerjakan Draiman bersama Dan Donegan (gitar), John Moyer (bas), dan Mike Wengren (drum). Seluruhnya dirangkum dalam 12 track, yang secara musik maupun lirik sangat gelap.
Draiman membuat lagu yang menceritakan saat-saat dirinya kecanduan narkoba dan mengalami kecelakaan motor. Single pertama dalam Indestructible, “Inside the Fire”, bercerita tentang peristiwa bunuh diri yang dilakukan pacarnya saat remaja.

“Man, menulis tentang itu semua rasanya seperti terapi. Aku mengeluarkan seluruh perasaan buruk dalam diriku dengan cara itu. Membuatku indestructible,” ujar vokalis yang identik dengan tindik berbentuk sepasang taring pada dagunya tersebut.

Selain itu, Draiman menyelipkan beberapa lagu bermuatan politis. “Ada beberapa lagu yang akan dibicarakan orang,” papar Draiman tanpa menyebut secara spesifik judul lagu yang dimaksud.

Indestructible juga disebut Draiman sebagai rilisan Disturbed yang paling ganas. Banyak sekali tekstur musik yang gelap. Bahkan, Draiman menyebutnya sebagai karya Disturbed yang paling berat dan kelam. Terutama sejak album pertama, The Sickness (2000).

Dengan Indestructible, Disturbed ingin menampilkan kembali elemen-elemen yang hilang dalam album kedua dan ketiga. Departemen vokal dan gitar dalam Believe (2002) dan Ten Thousand Fists (2005) dirasa kurang kuat.

“David punya kemampuan untuk bernyanyi secara melodius. Namun, kami ingin dia kembali bernyanyi dengan ciri khasnya yang ritmis, animalistic, dan berapi-api. Kami ingin memberi musik yang mendorongnya untuk melakukan hal itu,” ujar Donegan, sang gitaris.
Donegan sendiri berkesempatan untuk tampil all-out dalam Indestructible.

Ada banyak lagu yang menyajikan permainan solo gitar dengan melodi yang kompleks, gelap, dan punya beat sangat cepat. Dalam Indestructible, Disturbed juga membuka langkah baru dengan memproduseri album sendiri. Dengan kata lain, mereka berpisah dengan Johnny K, produser yang membidani tiga album sebelum Indestructible beredar mulai 3 Juni mendatang.(aid/berbagai sumber)

Mata Sipit Joshua

Oleh Irpan Syafrianda

menghampiri papa dan mama sambil tersenyum dan mengangkatkan kedua alisnya ke atas, baik saat makan maupun sambil nonton di ruang tengah. Papa dan mama merasa curiga, putra semata wayang yang tersayang yang tidak pernah kelihatan aneh ini sedang jatuh cinta.
“Jangan-jangan, Joshua udah punya pacar kali Pa…?” bisik mama sambil menatap wajah papa yang menampilkan wajah aneh tak biasa.

“Pacar…? Sejak kapan Joshua pintar pacaran, Ma? Lagian, dia gak pernah bawa cewek ke rumah ini.”
“Ih, papa gimana sih? Mana berani anak ingusan itu bawa cewek ke rumah. Atau belum jadian kali…? Masih taksir-taksiran gitu?”



“Emang Mama pikir Joshua masih TK dibilang ingusan?”
“Atau Joshua sengaja merahasiakan ini dari kita Pa…?”
“Gimana kalau kita tanya aja langsung?”
“Siapa takut. Tapi… Papa yang mulai ya?”
Papa dan mama pun mendekati Joshua. Papa yang sempat berdehem membuat Joshua berhenti sebentar memainkan alis dan bola matanya di kursi santai di samping rumahnya.

“Eh… Papa sama Mama makin serasi aja akhir-akhir ini?” Joshua menggoda papa dan Mama sambil lagi-lagi memainkan alis dan bola matanya.
“Jo, kamu kenapa akhir-akhir ini?”
“Maksud Papa?”
“Maksud papamu mata kamu itu Jo?” mama menimpali.
Dengan perasaan yang tersembunyi Joshua mengelak, “Nggak kenapa-kenapa.”

Papa mendekati Joshua dan memegang pundaknya sambil berujar, “Kamu lagi jatuh cinta ya?”
“Jatuh cinta? Nggak tuh. Papa sok tahu deh…” Joshua berlalu meninggalkan papa dan mama berdua di kursi yang menghadap taman mungil yang indah di samping rumah itu.

Di kamarnya, Joshua kembali memainkan alis matanya ke atas dan bola matanya dibesar-besarkannya seperti orang hendak mengancam. Tapi setelah itu muka Joshua berubah jadi murung. Joshua tak memperhatikan kalau papanya sedang mengintip di depan pintu yang sedang separuh terbuka.

Papa menghampiri mama yang sedang duduk gelisah di ruang tengah. “Kayaknya ada yang aneh mam dengan anak kita itu. Coba deh mama lihat sendiri.”
Mama semakin bingung. Dilihatnya Joshua memainkan matanya sendiri tapi habis itu langsung cemberut dan mengacak-acak rambutnya yang ikal. Papa dan mama bukan hanya bingung, tapi juga heran dan takut melihat tingkah Joshua yang aneh itu.

***
Sebelum berangkat sekolah. Di meja makan Joshua mendapati kedua orang tuanya yang saling diam seribu bahasa. Joshua heran dengan pemandangan yang tak biasa ini.

“Pa... Ma… kok diam- diam gitu, ada apa sih…?
Tak ada sahutan. Joshua melahap potongan demi potongan roti dan mengunyahnya perlahan-lahan dengan penuh rasa bersalah.

Tiba-tiba mama terperanjat melihat sobekan-sobekan kecil di sudut mata Joshua.
“Jo… mata kamu kenapa?!!”
Joshua tersentak. Lalu menutupi matanya dengan tangan kirinya sambil senyum-senyum sama papa.
“Nggak kenapa-kenapa kok Ma?”
“Kamu habis berantem ya Jo?” selidik papa. Joshua hanya senyum-senyum. “Berantem apanya? Joshua kan semalam gak ke mana-mana Pa…”
“Itu mata kamu kenapa? Kayaknya kemarin biasa-biasa aja deh…”

“Jangan khawatir berlebihan gitu deh Pa… Ma… Joshua kan bukan anak kecil lagi. Palingan nanti juga sembuh. Pa, Jo berangkat duluan ya…”
“Kamu naik apa Jo?”
Joshua berlari meninggalkan meja makan sambil membawa ranselnya.

“Dijemput teman…….”
Papa dan mama memandangi kepergian Joshua dengan heran. Lalu keduanya saling menatap dan manyun.

***

Sesampainya di kelas, Joshua melakukan hal yang sama dengan yang sering dilakukannya di rumah akhir-akhir ini. Ketika teman-temannya hendak masuk kelas, Joshua tetap menarik-narik alis dan bola matanya, namun sedikit ditutup-tutupi.

Tomi dan Harry adalah teman akrab Joshua. Pagi ini mereka menghampiri Joshua dengan tatapan aneh. Tomi duduk di depan, sedangkan Harry duduk di samping Joshua. Setelah meletakkan ransel mereka yang sengaja mereka beli seragam sebagai tanda friendship, keduanya mendekati Joshua.

Tomi dan Harry menatap Joshua, hingga mereka memperlihatkan mata mereka yang bersinar indah. Pantulan cahaya pagi amat bahagia ketika berada di bola mata keduanya. Joshua telah lama menginginkan mata indah seperti dua sohibnya itu. Mereka memiliki mata yang tak terlihat tidur seperti matanya.
Mata Tomi dan Harry mendapat pujian dari anak satu sekolahan. Baik cewek maupun cowok. “Mata indahnya itu… yang bikin tulang aku lemah…” seru salah seorang cewek.

“Cewek mana coba, yang nolak kalau ditembak sama pemilik mata pelangi itu,” ujar cewek-cewek di sekolah kami.

Itulah yang membuat Joshua iri dan ingin punya mata indah seperti milik Tomi dan Harry.
“Kamu kenapa Jo? Kok melamun gitu? Tomi membuyarkan lamunan Joshua.”

“Eh, mata kamu kenapa Jo? Kok kayak habis kena benda keras gitu?” Harry mendekati Joshua dan mencoba memegangnya.

“Aduh…!” Joshua mendorong tangan Harry yang memegang matanya yang merah. “Kamu tahu kan, kalau itu sakit.”
Joshua adalah orang dengan cirri-ciri fisik, kulit sawo matang, hidung mancung ke dalam, rambut ikal, dan mata sipit yang sering jadi bahan empuk buat objek kaum pengejek di sekolah.

Joshua tiba-tiba lari meninggalkan kelas. Tomi dan Harry bingung dan saling tatap. Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi mereka mencoba menghampiri Joshua yang lari tak tentu arah. Dari jauh Joshua tampak marah, sedih campur kecewa. Kerikil-kerikil yang ada didepannya menjadi korban kemarahannya. Joshua menendang-nendang kerikil itu tanpa belas kasihan dengan kakinya.
***
Siang ini Joshua pulang sendirian tanpa ditemani Tomi dan Harry. Tak pula dijemput karena dia berencana pulang malam karena sebelumnya Joshua berencana buat main ke pantai. Pantai itu berjarak dua kilometer dari sekolahnya dan lima kilo meter dari rumahnya. Tapi dia nekat menyusuri jalan ke sana dengan GL (goyang lutut).

Di pinggir pantai itulah lelaki dengan mata sipit itu berdiri sambil menatap laut hingga perbatasannya dengan langit. Dalam birunya laut dan langit itulah ia melamunkan semuanya. Di penghujung harinya yang kelima belas tahun itu ia memikirkan matanya dan hari-harinya yang telah lewat.

Tanpa terasa hari telah larut malam. Joshua membuka pintu depan rumahnya yang entah kenapa tak dikunci tepat jam 12 malam. Namun Joshua heran melihat pemandangan sekitarnya yang tiba-tiba gelap. Dalam- kegelapan ia meraba-raba apa yang bisa dirabanya. Namun benda-benda mati itu seperti enggan disentuhnya. Ia bertiak memanggil-mangil orang tuanya. “Ma… Pa…Mamaa…a… Papaa..aa…” Namun tak ada sahutan. Joshua ketakutan, bulu romanya berdiri dan keringat dingin mulai keluar dari celah-celah kulitnya.

Ketakutannnya semakin terlihat nyata karena suara itu. “Jangan harap dirimu dapat kembali melihat setelah tak kau syukuri nikmat matamu yang sipit itu Joshua.”
Suara itu membuat Joshua ketakutan ia berteriak sekuat-kuatnya. Teriakan itu membuat kedua orang tua Joshua terbangun. Mereka khawatir, dan tanpa mengulur waktu segera menghampiri Joshua. Mereka mendapati Joshua sedang menggigil ketakutan. Ternyata itu hanya mimpi.

Setelah bisa menenangkan diri. Joshua bercerita panjang lebar tentang masalahnya akhir-akhir ini, yang membuat pria itu bertingkah aneh. Joshua juga menceritakan perihal mimpinya.

Semenjak kejadian itu. Joshua tak pernah lagi menyesali dirinya yang terlahir dengan mata sipit. Sekarang Joshua malah bangga karena telah diberi Tuhan mata seperti orang Jepang. Walau ia keturunan Melayu asli. Kini Joshua selalu tersenyum dan memantulkan cahaya-cahaya mungil dari mata sipitnya.***

Irpan Syafrianda adalah siswa kelas X3 SMAN Plus
Provinsi Riau.

Fool’s Gold Buru Harta, Bonus Cinta

HARTA karun. Kalau dengar frasa tersebut, imajinasi seseorang pasti berlari ke tumpukan emas batangan, permata berkilau, hingga berbagai perhiasan berharga tinggi. Benjamin Finnegan (Matthew McConaughey) adalah orang yang ngoyo mendapatkan impian tumpukan harta tersebut. Dia giat mengarungi lautan untuk mencari harta karun peninggalan seorang ratu dari abad ke-18.

Bukannya menjadi miliarder berkat obsesi itu, Finn malah dililit berbagai masalah. Mulai lilitan utang karena menyewa pulau sampai gugatan cerai sang istri, Tess (Kate Hudson).


Namun, Finn tak mau menyerah. Bermodal temuan pecahan piring yang diyakini sebagai bagian harta karun terpendam, dia kembali termotivasi melanjutkan pencarian. Di perjalanan, dia berhasil memengaruhi seorang miliarder pemilik kapal pesiar mewah, Nigel Honeycutt (Donald Sutherland), untuk bergabung. Secara kebetulan, Nigel adalah bos Tess. Bertiga, mereka mengejar harta.

Dengan kehadiran Tess, bukan hanya harta yang dicarinya, tapi juga cinta sang istri.
Tapi, tak selamanya rencana Finn berjalan lancar. Mereka bukan satu-satunya yang tertarik akan harta karun terpendam itu. Ada banyak perompak modern lain yang berniat menemukannya.

Dengan cerita mencari harta yang senada dengan tema National Treasure atau Romancing the Stone, Fool’s Gold terasa tidak lebih istimewa daripada pendahulunya. Film petualangan yang dibalut romantisme (plus kekacauan) kisah hidup Finn dengan Tess masih belum bisa menjadi formula yang luar biasa.

Pemandangan laut yang indah akan lebih sering membuat orang mengucapkan “wow” daripada mengikuti perjalanan yang dilalui tokoh-tokohnya. Hal lain yang mungkin cukup membantu adalah kehadiran bintang-bintang tenar spesialis komedi romantis seperti Hudson dan McConaughey.

Lebih dari itu, tidak banyak ide baru yang mencuat lewat Fool’s Gold. Beberapa humor yang bermunculan juga terasa lewat begitu saja. Bagi yang kangen akan reuni pasangan Hudson-McConaughey seperti dalam komedi romantis How to Lose a Guy in 10 Days, film tersebut mungkin bisa jadi pengobat rindu. Meski, banyak yang menganggap bahwa keduanya belum berhasil meraih chemistry yang baik seperti dalam film sebelumnya.
Tapi, McConaughey membantah anggapan itu. “Hudson dan aku sudah terbiasa bekerja bersama-sama.

Jika melihat hubungan kami berdua dalam sebuah film, begitu pula yang terjadi di dunia nyata. Kami sudah seperti kakak beradik yang bisa menjadi sahabat baik di waktu tertentu sekaligus musuh besar di waktu lain,” ujarnya.

Meski film yang dihasilkan belum luar biasa, sang sutradara, Andy Tennant, menyatakan puas dengan hasil kerja dan usaha para pemain Fool’s Gold. Termasuk, usaha aktor dan aktrisnya untuk menguasai teknik menyelam dalam waktu relatif singkat.

”Para kru begitu antusias mengerjakan proyek tersebut. Padahal, bekerja sama di laut membutuhkan kerja lebih berat. Tapi, tak ada yang mengeluh. Bahkan, Kate yang belum pernah diving seumur hidupnya sangat antusias ketika harus mengikuti sesi latihan menyelam hingga dinyatakan lulus,” tutur sutradara yang juga turut dalam pembuatan film Hitch tersebut.

Fool’s Gold
Sutradara: Andy Tennant
Pemain: Matthew McConaughey, Kate Hudson, Donald Sutherland, Alexis Dziena
Penulis: John Claflin, Daniel Zelman
Produser: Donald De Line
Produksi: Warner Bros Pictures
Rilis: 8 Februari 2008

(hbk/berbagai sumber)

Pendukung Via Semakin Heboh

WALAU Via menjadi penampilan terakhir di Mama Mia Show 2008 dengan lagu Dealovanya tak membuat Via kehilangan semangat dan konsentrasi. Karena, selain pendukungnya yang semakin heboh, design bajunya pun sangat nyaman, membuat Via semakin percaya diri dan menampilkan perfoma terbaik di akhir acara.

Saat di konfirmasi lewat telepon selepas acara, Via mengungkapkan Via makin percaya diri dan semangat karena makin banyak pendukung Via yang datang dari Riau, walau awalnya sepi sempat membuat via kecewa. ‘’Namun karena dukungan dari Rusli M, kepala Penghubung Perwakilan Riau di Jakarta, membuat Via mendapatkan ledakan semangat. Karena semakin banyak spanduk dan penonton yang meneriakan yel-yel, Go Via Go..!!Jujur, Via senang banget,’’

ungkap Via haru kepada Xpresi selepas menuntaskan lagu Dealova.
Orang tua Via, Jhon Edison masih tetap mengumpulkan pendukung via dari berbagai kalangan untuk puteri keduanya itu. Tak heran, ia rela pulang balik Pekanbaru-Jakarta demi memompa semangat buah hatinya agar bisa terus berpenampilan ekstra.

Pria manis berkumis ini juga menuturkan, jutaan terimakasih kepada simpatisan Via yang datang semakin membludak. dan Ungkapan terimakasih kepada kepala Mess Riau yang telah menyediakan satu bus pendukung setiap minggunya, sehingga ia tambah semangat mengusung anaknya ke puncak kegemilangan.(Shahidz-WMD)

Update: Sally Olivia,Via Mamamia Lolos Lagi!


’’Korupsi” Kecil Bikin Ketagihan

Pada 2003, pemerintah membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya, memberantas korupsi yang makin merajalela. Tapi, kayaknya usaha itu nggak semudah membalik telapak tangan. Masih banyak koruptor yang berkeliaran. Terutama para ’’koruptor kecil’’.

Repotnya, virus yang menjangkiti para tikus berdasi itu kini menyebar. Virus tersebut kini nggak pilih-pilih warna dasi. Para pelajar yang masih pakai dasi biru atau abu-abu juga terjangkit penyakit mengalihfungsikan uang itu!


Yang positif terjangkit penyakit tersebut adalah 47,6 persen responden Deteksi (responDet). Koruptor kelas kakap, banyak menilap duit rakyat. Kalau responDet yang melakukan korupsi, sasaran utamanya adalah ayah (54,5 persen) atau ibu (45,5 persen).
Salah seorang responDet yang terang-terangan mengaku pernah mengorupsi uang ortu adalah Nancy. Cewek yang ngendon di SMAN 3 itu pernah menggelapkan uang dari mamanya.

“Waktu itu aku dikasih duit buat beli baju sama Mama. Eh, nggak taunya, uangnya sisa,” ucap cewek yang duduk di kelas dua itu. Karena sang mama tidak menanyakan soal kembalian, Nancy pun dengan entengnya menilap sisa uang tersebut.
Aman bagi Nancy, mamanya tak curiga. Aksi alih fungsi uang itu pun tak terendus sang ibunda. “Mungkin dikira Mama duitnya pas. Ya udah, rezeki buat aku dong, hehe,” celoteh Nancy.

Kalau Nancy mengorupsi uang mamanya, Jonathan menggelapkan uang dari sang papa. Anak SMP kelas tiga itu menilap duit yang sedianya dipakai untuk membayar biaya les. Seperti Nancy, Jonathan hanya mengambil sebagian uang lesnya. Dia hanya mengambil sisa uang kembalian. Beruntung, hingga kini aksi itu tak pernah ketahuan sang papa. “Soalnya, papa orangnya pelupa. Kalau ngasih duit lebih pun, beliau pasti nggak ingat. Jadinya, untung di aku, deh,” tutur Jonathan.

Dua responDet di atas mungkin bisa lancar menjadikan ortu sumber dana ilegal. Tapi, itu tidak dialami 40,3 persen responDet lain, yang aksi korupnya ketahuan. Menurut mereka, yang lebih sering membongkar perbuatan itu adalah sang mama (67,7 persen).
Kiki adalah salah seorang responDet yang kena apes saat coba-coba menggelapkan uang ortu. Usahanya menilap duit untuk membeli buku tertangkap basah oleh sang mama.

“Sebenarnya, yang bikin ketahuan aku sendiri, sih. Aku keceplosan menyebut harga asli bukunya. Akibatnya, mama jadi tahu bahwa aku berniat bohong,” papar cewek yang sekolah di SMAN 4 itu.
Untung meski tertangkap basah, aksi Kiki itu tak berbuah hukuman. Kiki hanya harus menebalkan telinga. Cewek yang lagi deg-degan menunggu hasil unas tersebut harus tabah mendengarkan omelan mamanya.

Kecanduan
Layaknya nikotin di rokok yang bisa memberi efek kecanduan buat pemakainya, rupanya kegiatan ilegal macam mengorupsi uang ortu bisa menghasilkan dampak serupa. Dilihat dari faktanya, korupsi uang ortu bisa bikin pelakunya pengin melakukannya lagi, lagi, daaan lagiiii.

Kita denger aja yuk pengakuan para pelakunya. Salah satunya, Yudha yang bersekolah di sebuah SMA negeri di Pekanbaru. Yudha yang mulai melakukan korupsi kecil-kecilan sejak setahun lalu ini mengaku sudah dua kali memalsukan anggaran buku. “Yang pertama, awal tahun ketika beli buku-buku baru. Selanjutnya, pertengahan semester, pas ganti LKS pertama dengan seri kedua. Bisa dibilang, dua jadwal itu adalah saatnya panen bagiku. He he,” ujar cowok penggila bola tersebut.

Soal jumlah, Yudha nggak mengambil banyak. “Cuma sepuluh ribu kok. Nggak mungkin korupsi banyak-banyak soalnya takut ketahuan,” ucap Yudha yang menggunakan duit hasil korupsinya buat beli sepatu bola.

Pengakuan berikutnya meluncur dari bibir Dhea, juga siswa SMA negeri. Kalau Yudha pengin beli sepatu bola baru, Dhea ketagihan ambil duit ortu buat memenuhi kebutuhan pulsa. “Sebenarnya, duit buat pulsa udah dikasih sama ortu, tapi masih kurang. Mau minta lagi jelas nggak mungkin. Jadi, nilep sebagian duit ortu jadi jalan terakhir,” tutur cewek yang hobi baca komik itu.

“Sampai sekarang, kalau dihitung-hitung, aku korupsi nggak lebih dari tiga kali. Lagi pula, ambilnya juga nggak banyak-banyak amat. Cuma buat beli voucher SMS yang 5.000-an itu,” dalihnya.

Pelaku “korupsi” duit ortu yang lebih sering mungkin Syahrul. Setidaknya, sudah lima kali cowok itu melakukan perbuatan itu. Rupanya, penyebabnya lantaran sang ibu sering menyuruh Syahrul belanja. “Pas belanjaannya lumayan banyak, makin besar peluang buatku menilep uang kembalian. He he,” ungkapnya.(melda-CCMD)

Komentar:
Korupsi kecil-kecilan, ya pastilah semua orang pernah melakukannya. Kalo ngelakuin korupsi, biasanya aku lakuin tiap awal bulan. Pas waktu nerima uang SPP. Uangnya aku belanjain buat beli-beli ini itu. Ntar, sebagai gantinya aku pinjam uang ke teman-teman untuk bayar uang SPP. Sebagiannya lagi aku minta ke ortu bilang kalo uang SPP yang dikasih kemaren kurang.

Tapi nggak tiap bulan kok korupsinya, cuma kalo lagi ada kesempatan dan keinginan untuk membeli sesuatu aja. Misalnya beli baju yang mungkin sekarang lagi ngetrend. Lagian pas ngelakuin korupsi tu, aku juga ada perasaan-perasaan gimana gitu,
ngerasa bersalah ma ortu.Tapi, kalo ada kesempatan yang pas, misalnya ortuku lagi bahagia, senang, atau enak gitu hatinya, aku bakal jujur ma ortuku itu. Widia, siswi
SMAN 7 Pekanbaru

Sebenarnya, korupsi itu asyik dan menyenangkan. Tapi nimbun-nimbun dosa untuk akhirat nanti..hahaha. Tapi kalo sekali-kali kan gak apa-apalah. Aku lakuin korupsi juga karena terpaksa. Itu karena ortu ngasih jatah duit tiap minggu, dikit banget. Ortu tuh, pasti ngasihnya pas sesuai keperluan. Kita tahu, pastikan ada kebutuhan yang mendadak yang perlu dikeluarkan.

Paling sering aku ngelakuin korupsi, tiap awal pembelajaran baru. Di situ aku habis-habisan untuk korupsi. Karena di situ kan semua, biaya-biaya yang harus dibayar. Mulai dari uang buku pelajaran, uang osis, uang untuk fotokopiantugas-tugas, sampe uang kas di kelas.

Tapi, jujur aja, tiap bulan Ramadhan pas mau puasa pertama, aku minta maaf dan mengatakan semuanya tentang kebiasaan korupsiku tiap bulan. Alhasil, ortuku pasti memaafkan, walaupun agak sedikit kaget dan jengkel. kalo ortu nggak kasih maaf, puasanya juga gak bakal diterima kan..Badri, SMA Handayani Pekanbaru

Anjungan Seni Idrus Tintin

Anjungan Seni Idrus Tintin yang berdiri megah di Arena Purna MTQ yang sekarang berubah namanya menjadi komplek Bandar serai Jalan Sudirman Pekanbaru merupakan salah satu wonder building di Pekanbaru. Dengan bangunan berciri khas melayu Riau, Anjungan Seni Idrus Tintin ini lebih mirip Istana dari pada tempat pertunjukan seni.


Dengan ketinggian setara gedung tiga lantai bangunan ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. jika anda berkesempatan untuk masuk ke dalamnya anda akan melihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.

Anjungan Seni ini juga menjadi tempat dilaksanakannya acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2008 yang dihadiri hampir seluruh artis perfilman tanah air dan menjadi saksi bisu kejayaan Dedi Mizwar dan Naga Bonar Jadi 2. Bahkan Anjungan Seni Idrus Tintin ini seperti berubah menjadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya.

Sebagai pengetahuan tambahan nama Idrus Tintin diambil dari seniman kenaam Riau. Almarhum lahir di rengat dan penerima Anugrah Sagang (Penghargaan Seni Paling Bergengsi di Tanah Lancang Kuning).

Lily & Uya, Viva SMK!

Cewek-cowok riau
Pasangan model ini punya banyak kesamaan. Sama-sama model baru, sama-sama punya semangat tinggi, juga sama-sama lulusan sekolah menengah kejuruan. Mereka juga punya satu pernyataan, “Masuk SMK itu keren!”


Putra Surya
TTL: 09 Juli 1988
Hobi & cita-cita: Travelling
& jadi cowok serba bisa
Prestasi Bergengsi:
Juara II Busana Casual (2006)
Juara II Busana Pesta (2006)
Juara II Busana Muslim (2006)
Juara I Busana Pesta (2007)
Juara II Busana Casual (2007)
Juara II Busana Black & White (2008)
Juara III Busana Valentine
Pasangan (2008)

Lily Suryani
TTL: 4 Juli 1990
Hobi & cita-cita: modeling & jadi wanita karir
Prestasi Bergengsi: Juara III Busana
Casual (2006)
Juara Harapan II Busana Pesta (2006)
Finalis Fashion Xpresi Goes to School 2



Koki Idola

Putera Surya. Cowok cool satu ini adalah jebolan SMK Muhammadiyah Pekanbaru. Tapi jangan heran kalo doski nggak noleh jika ada yang manggilnya dengan Putra atau Surya. Karena, doski emang lebih popular dengan nama Uya.

Karirnya di modeling terintis sejak doski masuk SMK. Awalnya, ia hanya coba-coba ikut kontes model. Dan ternyata langsung dapat Juara II Busana Casual (2006) di Hotel Nuansa. Dan selanjutnya, ia ketagihan ikut lomba model sehingga sering menggaet penghargaan di berbagai lomba.

Tak hanya model yang diliriknya. Uya juga sempat merasakan menjadi seorang dancer dan cheerleader. “Aku punya prinsip, galilah potensi diri sehingga hidup jadi lebih berarti,” kata mantan ketua Rohis SMK Muhammadiyah ini. Kecanduannya ikut aneka kontes berbuah manis. Kini Uya udah mengoleksi berbagai gelar juara.

Di bidang akademis pun pengagum Bunga Citra Lestari ini tergolong siswa yang pintar. Hal itu dibuktikan dengan nilai praktek kerja industrinya (Prakerin) yang memuaskan. Wajar dong kalo Uya pun jadi bintang di sekolahnya. Doski juga suka ngumpul bareng teman-temannya di kafe.

“Bahkan saking seringnya main ke kafe, aku ditawarin jadi koki,” katanya sambil tertawa.

Lho, kok koki? Uya bilang, awalnya dia sih pengen coba-coba aja. Karena dilihatnya, jadi koki di resto atau kafe tuh asyik banget. Dari Cuma sekadar Bantu-bantu di kafe, doski akhirnya bisa menguasai beberapa resep masakan di sana. Dan akhirnya, dia diterima menjadi koki beneran!

“Wah, aku seneng banget. Jadi nambah pengalaman nih,” katanya terbahak.
Keasyikan jadi koki, Uya tetap tidak lupa dengan dunia modeling. Kini penyuka ayam goreng ini tengah mengikuti pemilihan dan kontes model di beberapa majalah remaja nasional. Ia berharap usahanya ini bisa membuahkan hasil, membawanya ke puncak kesuksesan.

“Bagi aku kesuksesan itu nggak berarti harus buru-buru. Meski pelan-pelan, yang penting hasilnya bagus kan?” katanya.

Satu hal, Uya ngerasa sangat beruntung karena sekolah di sekolah kejuruan. Dia bilang, sekolah kejuruan malah memberi bekal yang lebih dibanding sekolah menengah umum. Dia juga sama sekali nggak setuju kalo masuk sekolah kejuruan itu dianggap nggak bergengsi.

“Itu sih dulu! Kalo sekarang, sekolah kejuruan itu justru malah keren!” tegasnya.

Pengen jadi Pengusaha
Nah, cewek yang satu ini lagi ceritanya. Lily Suryani, begitu nama lengkap cewek berdarah Tionghoa ini. Lily yang bercita-cita ingin jadi wanita karir ini juga terbilang wajah baru di dunia modeling.

Dan doski juga jebolan dari SMK. Dia bilang, sejak masuk SMK, dia merasa jadi lebih mandiri. Karena di SMK Lily diajarkan untuk menjadi seorang enterpreneur (pengusaha). “Sama sekali nggak menyesal memilih SMK sebagai tempat menuntut ilmu,” kata cewek pemilik tinggi 157 cm dan berat 40 kg ini.
Selain itu, bersekolah di SMK memberikan waktu luang yang banyak baginya. Karena di SMK lebih banyak menerapkan praktek. Jadi waktu luang ini dicurinya untuk mengikuti kontes-kontes model

“Sejak masuk SMK, aku banyak waktu luang. Jadi waktu kosong itu aku gunakan untuk ikut kursus model. Aku juga ikut berbagai kontes model untuk menjajal kemampuan,” katanya sambil tersenyum.

Belum puas ke model, pengagum Carissa Puteri ini ingin sekali terjun ke dunia akting. Namun, ia tak mau buru-buru memulai karirnya. Karena, usia yang masih muda membuatnya harus mempersiapkan diri lebih matang lagi.

“Terjun ke dunia entertaint itu nggak gampang. Makanya, untuk mempersiapkan diri, Lily ingin terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kalo nanti Lily udah ngerasa siap untuk berkarir, mungkin Lily akan terjun secara professional,” katanya mantap. Dia bilang, meski ingin jadi aktris, dia ingin jadi bintang berkualitas. Jadi, nggak cuma modal tampang aja gitu lho…

Tapi, sementara ini Lily masih tetap menekuni dunia model dan puncaknya nanti ingin menjadi aktris layar lebar. “Kan

Maafkan Aku

Maafkan aku, jika mencintaimu tanpa sengaja
Maafkan aku, jika menyukaimu tanpa sengaja
Dan
Maafkan aku, jika mulai membutuhkamu tanpa sengaja
Rasa ini tumbuh dengan tulus
Saat rasa ini terendam menghilang dari bayanganku
Cinta ini yang tak dapatku mengerti
Bukan cinta apabila menyukai dengan dusta
Bukan cinta apabila meminta dengan paksa
Bukan fatamorgana yang kucari
Bukan komuflase yang ku inginkan
Aku memang lancang


mencintai tanpa permisi
Tanpa persetujuan hati
Tapi dewi cinta terlanjur menancapkan panah
Asmara padaku
Hingga akupun harus kalah dengan senyumanmu
Hanya hati yang tahu
Tapi cinta ini tak sanggup diungkapkan dengan
Berhentinya
Nyawa
Kaulah jiwa yang selama ini ada dalam setiap nafasku

Tio, SMPN 2 Ujungbatu

Hati

kasih...
ku ingin membeci mu
meninggalkan mu
melupakan semua kenangan
tentang kita....
menganggap semua janji mu
hanyalah lah sebuah kata
penghibur hatiku...


meninggalkan mu...
bukan itu mauku
tapi,kuhanya ingin mengalah
dari pada hati ini
terlanjur menyayangi mu

entah kenapa hati ini
slalu menolak ....
semua keinginan diri
aku juga insan biasa
ingin di sayangi dgn tulus
dan apa adanya...
bukan hanya menjadi bayang-bayang
dari cinta mu yg semu

menangis...
hanya itu yg bisa ku lakukan
mengenangmu...
hanya rasa rindu yg kurasa
satu kata mu yg sering kau ucapkan padaku
yg kan slalu terlintas di benakku...
"....senyum dunk sayang..."

to: A friend
Maya, Pekanbaru

Bintang yang Hilang

AWAN terlihat gelap seperti akan turun hujan. Aku duduk di kursi panjang di bawah pohon kapas yang rindang. Kunikmati angin yang berhembus pelan dan perlahan kubuka lembaran surat yang diberikan Satya padaku. Air mataku jatuh ketika membaca bait pertama yang ditulisnya.

‘’Aku merasa sangat beruntung mengenalmu, Gita.’’ Kalimat itu yang ditulisnya. Kulanjutkan lagi membaca surat itu dan kutemukan lagi bait yang indah, bait yang mengingatkanku tentang kejadian saat masih SMP dulu.


Pagi itu aku dan Rena pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku dan di saat itu pula Satya juga berada di sana. Satya adalah kapten tim basket di sekolahku, hanya itu yang ku ketahui tentangnya. Suasana perpustakaan menjadi sedikit tegang ketika terjadi pertengkaran kecil antara aku dan Satya. Pasalnya karena buku yang kami pinjam hanya tinggal satu. Aku sangat memerlukan buku itu, begitu juga Satya. Perang mulut yang terjadi hampir lima belas menit itu usai juga setelah Bu Ana mengambil keputusan bahwa buku tidak akan dipinjamkan kepada aku maupun Satya. Aku dan Rena keluar dari perpustakaan dengan hati yang kesal.

Setelah sepekan kejadian itu Satya datang ke rumahku dengan membawa buku yang ingin aku pinjam di perpustakaan kemarin. Aku sedikit terkejut dengan kedatangannya. Dari mana dia tahu rumahku, pikirku dalam hati. Seperti tahu apa yang kupikirkan, Satya langsung menyodorkan buku itu.

‘’Aku tahu rumah kamu dari Rena, nih bukunya,’’ ucap Satya. Aku hanya tersenyum sambil mencoba menutupi kebingunganku.

‘’Oh iya,hmm... Makasih ya...’’ balasku gugup. Tak lama kemudian Satya pun berpamitan pulang, sedangkan aku terus tenggelam dalam kebingungan. Entah apa yang membuat Satya bersikap seperti itu, apakah mungkin ia kasihan, atau apa? aku juga tidak tahu.
***

Di kantin aku duduk sendiri sambil melahap semangkok bakso. Satya datang dan mengambil posisi tempat di sampingku. Ia menyapa dan menngajakku ngobrol. Begitu akrab hingga tak sedekitpun kami biarkan lewat tampa berbicara. Ia bercerita tentang impian dan cita-citanya. Entah apa yang membuat aku dan dia bisa sedekat itu. Aku merasa dia bukanlah orang asing bagiku. Begitu bodohnya aku yang dulunya berpikir bahwa dia cowok angkuh yang sombong. Dia mengajakku masuk ke dunianya yang penuh perencanaan. Begitu banyak hal yang telah ia rencanakan untuk masa yang akan datang. Sialnya, bel begitu cepat berbunyi hingga obrolanku dengannya harus terhent dan aku tak tahu kapan itu akan berlanjut.

Kenangan itulah yang ditulisnya, dan sejak saat itu aku mulai mengenal Satya lebih jauh. Dulu di mataku Satya begitu angkuh dan sombong, tapi tidak untuk sekarang, di mataku sekarang Satya adalah seseorang yang berarti dan begitu penting dalam hidupku, entahlah, aku tidak tahu mengapa perasaan itu tiba-tiba hadir untuknya.
Bahkan setiap pertandingan basket di sekolah, aku selalu menyempatkan diri untuk melihatnya, walaupun sama sekali aku tak menyukai basket. Saat itu aku telah menyimpan perasaan padanya, walaupun dia tak pernah menyadarinya. Kuhabiskan waktu hanya untuk mengenal sosoknya lebih dalam lagi. Tak satu pertandinganpun aku lewati, dan hal itu sudah menjadi kebiasaan bagiku. Aku masih ingat ketika ia mengatakan bahwa aku adalah penyemangat baginya. Dan itu akan terus kuingat.
***
Ujian Akhir Sekolah sudah di depan mata, dan pekan depan adalah pekan terakhir pertandingan basket sekolahku. Aku bersikeras untuk melihatnya walaupun mama tidak mengizinkanku keluar rumah karena harus belajar untuk menghadapi ujian. tapi aku tak peduli dan terus pergi. Pertandinganpun hampir dimulai, mataku menerawang ke setiap tempat, tapi Satya tak juga kutemukan.Dia di mana ya, tanyaku dalam hati. Hatiku mulai tak karuan, dan akhirnya aku memutuskan untuk menemui Doni teman Satya.
‘’Satya mana Don, kok nggak kelihatan?’’ tanyaku.

‘’Satya sedang sakit jadi nggak bisa main,’’ jawab Doni ringkas.
Pikirku Satya hanya sakit biasa dan akan masuk sekolah beberapa hari kemudian. Namun dugaanku salah, hingga hari ujian akhirpun Satya tak juga muncul. Satya hilang tanpa suatu alasan yang jelas. Tak ada kabar darinya hingga hari kelulusan tiba.
Aku lulus dengan nilai memuaskan, tapi tak kulihat nama Satya di papan pengumuman itu. Apakah dia telah pindah sekolah atau apa, aku tak tahu. Harapanku untuk mendapatkan tanda tangannyapun musnah sudah. Dia meninggalkanku tanpa tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya.

Dua bulan berlalu kabarpun masih belum juga kudapatkan. Hingga suatu sore Doni datang ke rumahku dan mengajakku pergi. Dia tak memberitahukan tentang tujuan kepergian itu. Satu jam sudah kuhabiskan waktu di dalam mobil bersama Doni. Wajahnya terlihat tegang dan kusam ketika menyuruhku turun dari mobil. Tahu tidak sekarang aku berada di mana? Pemakaman. Ya sekarang aku berada di sebuah pemakaman.
Doni menuntunku berjalan dan aku mengikutinya. Kami pun berhenti di depan sebuah makam. Aku seakan tak percaya ketika melihat nama di nisan itu, ‘’Satya Riandy’’. Nama itu terukir indah di nisan. Aku terduduk dalam kerapuhan. Apa ini? Mengapa Satya harus kutemukan di sini, keluh ku. Aku luapkan semua amarah, kesedihan, kerinduanku di samping makam Satya. Mengapa ia pergi begitu cepat tanpa tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku terus menangis dan terus berusaha bangun dari mimpi buruk ini. Tapi tidak, ini kenyataan, kenyataan yang pahit dan harus kuterima, batinku.

Doni menjelaskan apa yang terjadi pada Satya sebulan sebelum pertandingan terakhir dimulai. Gagal ginjal yang telah dideritanya dua tahun belakangan itulah yang telah merenggut angan-angan dan cita-citanya.

Seketika aku tenggelam dalam kebingungan, sebab selama ini, tak pernah aku melihat Satya mengeluh sakit atau lemah saat berada di sekolah. Hanya tampang gembira dan kuatlah yang kulihat di wajahnya. Dia begitu pintar menyimpan rahasia itu hingga tak satu orangpun tahu tentang apa yang telah dia tanggung selama bertahun-tahun itu. Operasi yang dilakukan sebulan sebelum ujian itu tidak berhasil. Sang bintang yang selalu kunantikan di setiap pertandingan itu telah pergi untuk selama-lamanya. Tak ada lagi seorang Satya di hidupku. Semua impian dan rencana-rencana yang telah ia rangkai harus terkubur bersama sakit yang telah dideritanya.

Surya pun mulai menghilang dan akupun berlalu. Doni mengantarku pulang dan memberikanku sebuah kotak kecil yang berbungkuskan koran. Kudapati surat dan sehelai baju basket milik Satya beserta tanda tangannya.
***
‘’Aku ingin mengulang semua kenangan itu bersamamu di masa yang akan datang. Jangan lupakan aku meskipun dalam mimpimu. Aku menyayang mu...’’ Itulah bait terakhir yang ditulisnya. Aku menyayangimu, ucapku dalam hati.

Hatiku lega karena Satya juga mempunyai perasaan yang sama padaku. Dia adalah kenangan terindah dalam hidupku, yang tak akan pernah terhapus. Kututup surat itu dengan air mata. Kisahku dan dia terlalu indah untuk dilupakan. Awan yang gelap telah berubah menjadi hujan. Seolah ikut bersedih dengan apa yang kualami.***
Tri Wulandari, SMPN 1 Selatpanjang

Menuju Era Musikal Baru


Bagi musisi kreatif, eksperimen menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Biasanya, itu berfungsi untuk menjaga kesegaran karya. Bagi Coldplay, eksperimen yang mereka lakukan di album keempat, Viva la Vida, adalah gerbang menuju sebuah era musikal baru yang benar-benar berbeda.

Rilisan yang punya nama lain Death and All His Friends itu kabarnya punya atmosfer lirik yang lebih gelap. Chris Martin (vokal), Johnny Buckland (gitar), Guy Berryman (bas) dan Will Champion (drum) banyak membuat lagu dengan tema kematian dan kesepian. Tidak seperti dalam album Parachutes (2000), A Rush of Blood to the Head (2002), dan X&Y (2005). Tiga album itu banyak bercerita tentang cinta dan kehidupan.
Cara bernyanyi Martin juga mengalami metamorfosis. Suami aktris Gwyneth Paltrow tersebut lebih banyak mengambil nada-nada rendah. Modul vokal baru itu dianggap lebih seksi, personal, dan riil. Sebelumnya, dia identik dengan karakter vokal baritenor. Yaitu, kerap mengambil nada-nada tinggi plus cara bernyanyi falsetto.
Urusan karakter musik, Coldplay mengaku lebih gahar. Ada banyak distorsi gitar dan permainan departemen perkusi yang lebih menonjol.

“Kami merasa tiga album sebelumnya adalah sebuah trilogi yang kini sudah berakhir. Jadi, kini kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda,” ujar Buckland.

Dengan berbagai perubahan itu, Coldplay mengaku siap dikomentari miring oleh pendengar. “Sangat mustahil untuk bisa menyenangkan semua orang. Mereka mungkin tidak suka dengan apa yang kami lakukan. Tapi, entah itu baik atau buruk, kami yakin inilah saat yang tepat untuk mulai menggunakan warna yang lebih banyak dalam musik kami,” papar Martin optimistis.

Seperti diberitakan banyak media, Coldplay menambahkan nuansa hispanik dalam Viva la Vida. Nuansa yang dimaksud adalah semangat dan warna-warni yang kental dalam atmosfer latin. Pada awal 2007, Coldplay memang mengerjakan sebagian albumnya di Amerika Latin dan Spanyol.

Viva la Vida diproduseri sendiri oleh Coldplay. Namun, sebagai co-producer, mereka menggandeng duo produser kawakan. Yakni, Brian Eno, yang membidani rilisan kualitas atas milik U2, dan Markus Dravs. Dua produser tersebut memasukkan atmosfer megah yang belum pernah terdengar dalam album-album Coldplay sebelumnya.
Secara karakter, Viva la Vida memang berbeda. Namun, untuk kesuksesan, album ini tampaknya tidak akan kalah dari ketiga pendahulunya.

Tanda-tanda itu terasa sejak Coldplay merilis single pertama, Violet Hill, secara digital pada 29 April lalu. Lagu yang bisa di-download gratis untuk satu minggu pertama itu diunduh lebih dari 600 ribu orang. Hanya dalam 24 jam setelah dipajang di situs resmi Coldplay! Album Viva la Vida rencananya dirilis pada 12 Juni mendatang di Inggris. Untuk pasar Amerika akan mulai beredar pada 17 Juni mendatang. (aid/berbagai sumber)

Balap Mobil Gaya Permen


ang. Bisa dibayangkan, dengan nama seperti itu, tentu keluarga tempat dia dibesarkan adalah penggila balap. Balap mobil, tepatnya. Speed (Emile Hirsch) punya kakak yang juga pembalap, Rex Racer (Scott Porter). Namun, saat Speed masih anak-anak, Rex dikabarkan meninggal dalam sebuah balapan.

Beranjak dewasa, Speed ingin mengejar jejak sang almarhum kakak dengan menjadi pembalap. Kehebatannya menarik perhatian Royalton Industries, perusahaan milik miliarder Royalton (Rogger Allam).

Namun, Speed tak merasa perusahaan itu merupakan tempat tepat baginya. Dia memutuskan menolak tawaran perusahaan raksasa tersebut. Speed memilih tetap menjadi pembalap yang hanya disponsori usaha milik keluarganya, Racer Motors.
Sakit hati dengan sikap Speed, Royalton menyusun rencana jahat. Dia berusaha mati-matian membuat Speed tak bisa jadi pembalap ternama.

Dalam usahanya mencapai karir, Speed bertemu pembalap asal Asia, Taejo Togokhan (Rain) dan pembalap misterius Racer-X (Matthew Fox). Bertiga, mereka berniat mengalahkan pembalap-pembalap Royalton di Casa Cristo. Jauh di dalam hati Speed, setelah memenangi Casa Cristo, dia bisa mendapat undangan menjajal Grand Prix World Racing League.

Speed Racer adalah film adaptasi dari animasi 1960-an berjudul Mach GoGoGo (dalam anime versi Inggris dinamai Speed Racer). Film itu pun tampak sangat ingin menyatukan dunia kartun dan kehidupan nyata. Karena itu, tone dalam Speed Racer penuh warna-warni permen yang ceria.

Karena tone warna tersebut, menyaksikan Speed Racer bakal mengingatkan pada Charlie and the Chocolate Factory. Apalagi, saat Speed diajak berkeliling ke pabrik Royalton Industries. Royalton tampak seperti Willy Wonka yang sedang memamerkan kinerja pabriknya.

Tapi, di sini tidak akan ada Oompa Lompa yang bernyanyi-nyanyi. Speed Racer punya sejumlah intrik menarik ketimbang menampilkan goyangan-goyangan antik.
Sentuhan Andy dan Laary Wachowski dalam film tersebut cukup membuat Speed Racer tampak beda. Bila film animasi lain berlomba-lomba membuat gambarnya tampak nyata, Speed Racer justru ingin membuat tokohnya yang berwujud manusia terlihat seperti kartun.

“Ini adalah film paling berwarna yang pernah dibuat. Paduan penggunaan kamera digital dan permainan warna yang cantik membuat Speed Racer jadi sempurna,” kata Wachowski bersaudara yang juga menggarap sekuel The Matrix dan V for Vendetta. (hbk/berbagai sumber)

Speed Racer

Pemain:
Emile Hirsch, Scott Porter, Rain, Christina Ricci, John Goodman
Sutradara:
Andy Wachowski
dan Larry Wachowski
Penulis:
Andy Wachowski, Larry Wachowski

Produser:
Joel Silver,
Grant Hill, Andy Wachowski, Larry Wachowski
Produksi:
Warner Bros Pictures
Rilis: 9 Mei 2008

AVG Anti Virus 8.0

AVG Technologi akan merilis AVG Anti-Virus Free 8.0, yang merupakan versi terakhir dari perangkat lunak keamanan yang gratis. Perangkat lunak tersebut dapat di mulai di download pada hari ini.

Seperti dilansir vnunet, selain memfokuskan pada perlindungan terhadap virus, versi terakhir dari AVG tersebut akan meningkatkan pada integrasi perlindungan terhadap spiware.


AVG Anti-Virus 8.0 juga memberikan beberapa fitur baru seperti safe-searching component dari teknologi Link Scanner, yang mana juga memberikan hyperlink di Google, Yahoo, dan MSN. AVG juga menerapkan sistem yang menggunakan sumber daya kecil untuk suatu hasil yang maksimal.

Untuk para pengguna komputer dirumah, AVG memberikan pilihan berupa AVG Anti-Virus plus Firewall atau AVG Internet Security, sedangkan untuk kalangan bisnis terdapat versi untuk jaringan dari produk Internet Security dan Anti Virus seperti halnya untuk file server dan e-mail server berbasis antivirus.(net/Ridwan, SMKN 1 Pangkalan Kerinci/nto)

Nama Jadi Judul Search Engine

pasti sangat akrab dengan dunia maya. Aktivitas seperti chatting atau browsing tentu tidak akan lepas dari keseharian. Yang sering browsing pasti familiar dengan search engine terkenal macam Google atau Yahoo.


Tampilannya cenderung konvensional.
Pengin lebih menarik? Coba customize search engine yang biasa kamu gunakan itu dengan mengunjungi situs pimpmysearch.com. Kamu bisa mengubah tampilan si portal pencari sesuai keinginan hati.

Namun, yang bisa diubah hanya nama search engine. Cukup masukkan namamu atau kata-kata lain sesuai selera pada kolom yang disediakan oleh pimpmysearch.com. Selanjutnya, kata yang kamu inputkan akan menjadi titel search engine.
Fitur itu memang tidak memberikan fasilitas tambahan. Namun, layak dicoba. Paling tidak, bisa membuat tampilan search engine lebih menarik. Aktivitas browsing-mu pun bakal lebih asyik.(dri/jpnn)

Cinta pada Pendengaran Pertama

Dear Xpresi,
Perkenalkan nama aku Rani, kelas dua sebuah SMA di Siak. Aku punya masalah seputar cinta. Gini ceritanya, setahun yang lalu aku dicomblangin sama seorang cowok, namanya Reza.

Awal pertama kenalan itu lewat telepon. Hebatnya, saat pertama telepon-teleponan itu memakan waktu yang sangat lama, yaitu tiga jam! Bayangin deh, itu kan kali pertama ngobrol, kali pertama kenal. Nggak tahu kenapa aku sama dia bisa cocok banget. Mulai selera musik, makanan favorit, sampai pandangan tentang cinta.
Datangnya dia dalam hidupku bak angin segar yang mengalir menusuk ke dalam kalbu. Sumpah, rasanya aku melayang dibuatnya. dia pun sudah mulai menunjukkan sinyal-sinyal cinta kepadaku.


Setelah beberapa minggu telepon-telepon, kami memutuskan ketemuan. Kebetulan, waktu itu dia lagi abis tanding basket. Setelah saling bertatap muka, aku jadi makin jatuh hati.

Salah satu kebodohanku adalah aku sering menjadikan temannya sebagai objek obrolan. Physically, temannya itu lebih keren daripada Reza. Kejadian ini bikin dia salah paham. Reza mengira aku suka sama temannya. Ditambah lagi, pas dia nanya apa aku sayang dia, jawabanku adalah aku sayang dia seperti aku sayang sama semua temanku.

Tanpa aku sadar, jawabanku itu bikin dia down. Sampai akhirnya, secara perlahan dia menjauh dariku. Reza berubah. Reza mengira hubungan kami ini hanyalah sekadar teman biasa.

Dua bulan setelah dia menghilang, aku mendengar kabar kalau dia sudah punya cewek. Jelas, aku shock banget! Padahal, selama dia menghilang, aku nggak pernah berhenti mikirin dia sedetik pun. Sampai-sampai, tiap malam Reza selalu datang dalam bunga tidurku.

Sekarang, meskipun aku udah berkali-kali jadian sama cowok lain, sebenarnya aku nggak pernah berhenti mencintai Reza. Sulit banget rasanya menghilangkan Reza dari benakku.

Yang jadi beban adalah, aku penasaran sama isi hatinya kepadaku. Aku juga pengin nyampein isi hatiku kepadanya. Tapi, sekarang dia udah punya cewek. Salah nggak sih Xpresi kalau sekarang aku ngungkapin perasaaanku ke Reza? Jujur ya, sampai setahun kejadian ini berlalu, otakku nggak pernah berhenti mikirin Reza.
Rani, Ranilagi@****.com

Dear Rani,
Jatuh cinta emang punya bermacam rasa. Ada senang, sedih, kecewa, sampai bingung. Satu yang harus Rani inget, kalau kita udah milih buat jatuh cinta, kita harus siap dengan semua konsekuensi dari perasaan itu.
Waduh, kalau biasanya orang-orang jatuh cinta pada pandangan pertama, Rani kok bisa ya jatuh cinta pada pendengaran pertama? Pasti, suara Reza sekeren Afgan Syahreza ya? He he he. Oke, langsung aja ya, ini nih saran Xpresi:
Rangkai (Lagi) Puzzle Hubungan
Setelah kamu membuatnya down dan sekian lama nggak berhubungan, dia pasti merasa canggung buat ngobrol sama kamu, bahkan untuk sekadar menyapa pun seperti ada jarak. Kamu bisa bangun mulai dengan ngirim-ngirim SMS keakraban. Ingat, jalin pertemanan dulu. Jangan terlalu berharap banyak.
Say It Smoothy
Rani, wajar kalau misalnya nanti kamu ngungkapin perasaanmu ke Reza. Tapi ingat, tindakan itu bisa jadi salah ketika kamu maksain buat nyatain perasaanmu tanpa memperdulikan perasaan cewek Reza dan Reza sendiri. Coba bayangin kalau kamu ada di posisi sang cewek? Sama sakitnya kan kayak kamu sekarang.
Makanya, tahan diri agar nggak berlebihan dalam pengungkapan cinta. Jangan berusaha memisahkan Reza dan ceweknya secara sengaja. Salah-salah, bukan kebahagiaan yang nanti kamu dapat. Bisa jadi, Reza merasa privacy-nya terganggu dan kamu malah dibenci olehnya.
Tunggu Reaksinya
Setelah dia tahu perasaanmu selama ini, beri dia waktu untuk berpikir. Jangan pernah maksain kehendak. Dia udah punya kehidupan cinta yang baru. Lagian, dia juga pernah merasa tersakiti olehmu. Satu-satunya jalan untuk mencapai keinginanmu adalah dengan menunggu reaksinya.
Toh, kalau memang dia masih sayang sama kamu, dan jadian cuma buat pelarian, dia bakal balik lagi pedekate sama kamu serta melanjutkan keinginan kalian yang sama-sama tertunda. Tapi, kalau nggak, berarti dia udah yakin sama pilihannya sekarang dan kamu harus menghargai itu. Good girl, good luck yah! (Xpresi)

Di Kandang PSPBI Tundukkan Penyesawan 2-0


Pada Rabu (14/5) petang lalu giliran PS Penyesawan bertandang ke markas Persatuan Sepak bola Pendidikan Bahasa Inggris (PSPBI) UIN Suska Riau. Hal ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan PSPBI yang berkesudahan 1-1 beberapa waktu lalu. Pada pertandingan yang berlangsung di lapangan Buluhcina, Panam ini, tuan rumah PSPBI sukses menundukkan tamunya dengan skor 2-0 tanpa balas.

Pertandingan dimulai sekitar pukul 16.45, pada babak pertama pertandingan berlangsung seru. Anak-anak Penyesawan yang termotivasi untuk menang bermain agresif hingga tak memberi kesempatan Akmal, Indra dan Kevin, pemain PS PBI bersantai-santai.

Walau begitu Emen, pemain senior PBI sempat merepotkan barisan pertahanan Penyesawan bahkan PS PBI sempat mengancam lewat Hendra diakhir babak kedua namun tendangannya masih terlalu lemah, hingga turun minum kedudukan masih imbang 0-0.

Pada babak kedua PSPBI bangkit, dengan masuknya Nazar, Wandi, Dian, Iskandar dan Taufik menggantikan Deni dan lainnya. Hal ini membuat serangan anak-anak UIN Suska ini makin bergelombang. Serangan dari rusuk kiri melalui Iskandar mengakibatkan handsball pemain lawan, dan tendangan bola mati pada menit ke-65 yang dilaksanakan oleh Tito dari jarak 30 meter berbuah gol, 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Pada menit-menit akhir aksi pemain sayap Wandi sempat berbuah gol namun dianulir wasit. Wandi tak menyerah ia kembali menekan melalui rusuk kiri pertahanan Penyesawan dan memberi umpan lambung ke tengah, Nazar yang tidak terkawal berhasil dengan mudah menanduk bola dan gol, 2-0 untuk keunggulan PSPBI. Walaupun menang, Akmal, kapten PSPBI mengaku belum puas karena permainan masih kacau.

‘’Walaupun kita menang 2-0 tapi belum puas, permainan kita masih kacau dan belum ada posisi baku dalam tim kita,” Terang Akmal. Hal itu dibenarkan oleh Sahrul, penjaga gawang PBI yang tampil cemerlang petang itu. (Hendrawan, UIN Suska Riau)

Calon Mahasiswa PBUD Unri Ikuti Tes Wawancara

Sebanyak 791 calon mahasiswa Unri yang mengikuti jalur Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD) pada Fakultas Ilmu Keguruan, Sabtu (17/5) melaksanakan tes wawancara dan uji tampil. Tujuannya untuk mengasah kemampuan para calon mahasiswa yang akan dididik menjadi seorang guru yang terampil pada jurusan masing-masing.


Acara yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Universitas Riau ini berlangsung selama tujuh jam, dimana yang diujikan ada beberapa hal salah satunya adalah motivasi calon mahasiswa dalam mengikuti jalur PBUD Universitas Riau. Tidak hanya itu, juga alasan calon mahasiswa memilih Fakultas Ilmu Keguruan. Berbagai jawaban diterima oleh dosen yang menguji namun semuanya dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan calon mahasiswa itu sendiri.

Calon mahasiswa yang terdiri dari berbagai SMA di Provinsi Riau ini betul-betul berusaha untuk mendapatkan kursi di Universitas Riau, ini terlihat dari antusias mereka dalam menghadapi para penguji.
Herman salah satu calon mahasiswa dari Ujung Batu yang memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris mengatakan dirinya telah mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin, karena menjadi guru merupakan cita-citanya sejak dulu, dan dia yakin bisa diterima di Unri. (Enda Kaswara, SMA Al-Huda)

Perpisahan di SMK Taruna Satria


Selasa (13/05) lalu, SMK Taruna Satria Pekanbaru mengadakan acara pelepasan siswa kelas 3. Acara yang diadakan di lapangan ini disertai dengan tawa canda yang berbaur dengan duka, karena akan berpisah.
Setelah melewati serangkaian acara formal yang dibuka dengan pembacaan Alquran. Lalu dilanjutkan dengan serangkaian kata sambutan, mulai dari Tohir selaku kepala sekolah, dan Ruslianto selaku Ketua OSIS. Ada juga dari perwakilan guru oleh Mr Rafli Spd, perwakilan wali murid oleh Mince, serta utusan kelas 3 oleh Alfika dan dilanjutkan dengan acara pelepasan siswa kelas 3.
Selain itu, tarian, nyanyian, pembacaan puisi serta penampilan drama juga menjadi bagian dalam acara itu. Dan acara pembuka inipun diakhiri dengan pembacaan doa oleh Drs Syamsuri.
Acara yang dimulai dari jam 08.00 WIB ini pun kemudian dilanjutkan dengan serangkaian acara hiburan, para siswa tampak begitu menikmati acara ini. Sebab sejumlah band menunjukkan kemampuan mereka dalam bermain musik dan tampil di panggung. Acara yang telah dipersiapkan sejak sebulan lalu itu diyakini, bakal dapat memberi kenangan serta kesan tersendiri bagi yang hadir, sekaligus dapat mempererat tali silaturahmi.(Ririn Budiarti, SMAN 4 Pekanbaru)

Prestasi Lewat Seni


Chairul Ahmad dan Neddi Iga siswa yang duduk di kelas XI SMAN 4 Pekanbaru ini mengaku sangat menyukai seni. Ini terbukti dari prestasi yang mereka raih sejak duduk di bangku SMP. Chairul sendiri mengaku pernah meraih harapan 2 puisi tingkat kota Pekanbaru, harapan 2 baca Alquran tingkat sekolah dan harapan 2 paduan suara tingkat kota Pekanbaru. Selain itu cowok yang mempunyai cita-cita menjadi seorang pelaut ini juga bangga mengatakan bahwa ia pernah meraih prestasi akademik di sekolah pada waktu duduk di bangku SMP.


‘’Aku juga pernah juara kelas tapi dulu waktu SMP kelas 2,’’ ucapnya ramah.
Di samping itu Neddi Iga juga mengukir prestasi di bidang seni, mulai dari juara 1 grafity SMP, juara 2 umum grafity dan harapan 2 paduan suara SMA. Kedua cowok ini mengaku rela latihan sampai larut malam untuk persiapan jika ada perlombaan.
‘’Kalau sudah ada perlombaan, bisa-bisa tidur tuh cuma tiga jam,’’ ucap mereka kompak saat diwawancarai Jumat(9/5) lalu.

Meskipun dengan mengorbankan jam tidur, mereka selalu membawa diri dengan tertawa saat mau tampil.

‘’Sebenarnya kecapean latihan sampai larut malam, tapi di bawa happy saja dengan cerita-cerita lucu,’’ tutur mereka sambil tersenyum.

Dua remaja ini, juga sama-sama mempunyai hobi menyanyikan lagu Melayu.
‘’Kalau di bidang lagu Melayu, kami tidak mempunyai bakat alami, Cuma sering latihan aja, jadi gak terlalu susah kalau latihan nya rutin,’’ ucap Chairul.
Mereka juga mengatakan bahwa menyanyikan lagu Melayu itu cukup sulit, karena tidak semua orang Melayu bisa menyanyikan lagu Melayu dengan baik. (Wido Sulviawati, SMAN 4 Pekanbaru)

Novel Dibedah, Saidul Meneteskan Air Mata di UIN

Saidul Tombang yang acap berpenampilan rapih tapi terlihat gaul, sempat meneteskan air mata ketika menjawab salah satu pertanyaan peserta dalam bedah novelnya yang berjudul ‘’Lawa’’ di Aula UIN Suska Riau pada Sabtu (17/5) pagi lalu.

‘’Saya sangat terharu, saya tidak menyangka peserta bedah novel saya ini akan dihadiri oleh banyak peserta,’’ ungkapnya sesaat sebelum meneteskan air mata. Waktu itu Saidul yang juga Redaktur Pelaksana Riau pos teringat mendiang neneknya yang menginspirasi novel tersebut.


Bedah novel yang dimulai sekitar pukul 9.30 WIB ini juga dihadiri oleh Ansori Kadir, Protokoler Gubernur Riau yang bertindak sebagai moderator, Drs Hajar Hasan MA, Pembantu Rektor III UIN Suska Riau dan turut juga hadir seorang perwakilan dari Chevron. Pembedah novel perdana Saidul Tombang ini sendiri adalah Harry B Koriun, Redaktur Budaya Riau pos yang berduet dengan Marhalim Zaini, seorang Sastrawan Riau.


Sambutan dari mahasiswa UIN yang menghadiri bedah novel ‘’Lawa’’ ini cukup baik mengingat Saidul Tombang merupakan alumni UIN Suska Pekanbaru, Fakultas Syariah. Hal ini bisa dilihat dari tingginya minat para peserta yang ingin memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap novel tersebut. (Hendrawan, TK UIN Suska Riau)

Seleksi Olimpiade Olahraga dan Karya Seni Siswa Nasional

leksi Olimpiade Olahraga dan Karya Seni Siswa Nasional (O2SN) antar SMP/MTs se- Kecamatan Ujungbatu. Beberapa sekolah yang mengikuti seleksi itu, diantaranya SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPM Ujungbatu, dan MTs Ujungbatu.


Sistemnya adalah, di antara kelima SMP tersebut, masing-masing wakil harus ada yang menang dan tersisih. Siswa yang menang akan menjadi perwakilan Kecamatan Ujungbatu untuk diseleksi tingkat kabupaten, setelksi akan dilakukan di Pasir Pengaraian.
Dalam seleksi itu, SMPN 2 Ujungbatu hanya memperoleh tiket di lomba Seni Tari yang dipimpin oleh Mulia Rani, Cipta Cerpen oleh Nur Indah Sari, Seni Lukis oleh Yulia Maslianti, Atletik Putri oleh Inike Apriani, Takraw Putra oleh Ayub Rino, Volly Putra oleh Tri Sujawa Budiharto dan Putri oleh Nila Sari, Seni Baca Alquran oleh Olgi Andaya.

Acara ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Ahad. Ketua kegiata, nKepala Sekolah SMPN 4, Nazaruddin. Sekretaris, Akhlak Kisman, guru MTsN Ujungbatu. Bendahara, Sri Gusni, guru SMPN 2 Ujungbatu. Dan masih banyak lagi panitia yang menjabat di bidangnya masing-masing.

Acara ini berjalan sukses meski sangat tergesa-gesa, karena bertepatan libur UN untuk siswa kelas VII dan VIII. Tapi masing-masing sekolah tetap mengirim utusannya. Siswa yang ikut dalam lomba ini siswa yang lahir 1 Januari 1994 sampai 30 Desember 1995. Untuk membuktikannya, setiap peserta harus membawa akte kelahiran, ijazah dan rapor serta surat pernyataan dari sekolah.

Adapun beberapa cabang yang dipertandingkan adalah atletik, volly, takraw, sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat, catur, seni tari, seni lukis, seni baca Alquran, cipta cerpen, cipta puisi, dongeng dalam bahasa Inggris dan cabang lainnya.

Dalam seleksi ini banyak juga siswa SMPN 2 Ujungbatu yang tersisih. Tapi mereka tidak patah semangat, mereka berjanji akan lebih mengasah lagi kemampuan mereka dan kembali berjuang untuk seleksi O2SN berikutnya.

‘’Saya sangat senang sekali, saya enggak menyangka terpilih menjadi perwakilan seni lukis Kecamatan Ujungbatu. Saya akan terus bergiat lagi belajar melukis dari senior saya, Ilham Hapadean yang penah meraih juara 3 tingkat Provinsi tahun lalu,’’ ujar Yulia

Copyright @ 2007 - 2012 PekanbaruRiau.Com , All Rights Reserved -