Bahasa Umum Digunakan di Riau

utamakan Bahasa Melayu Bahasa yang umum, banyak digunakan di RiauBahasa menunjukkan budaya. Riau dikenal dunia sebagai pusat budaya melayu di Indonesia terlepas diakui atau tidaknya status itu. Maka tentu para pendatang, wisatawan yang datang ke bumi lancang kuning akan mencari budaya tersebut, budaya melayu, berarti mereka mencari bahasa.

Bahasa apa yang umum digunakan di Riau? Bahasa Melayu kah? Jika berkaca dari "pusat budaya melayu" sudah barang tentu jawabannya adalah benar. Tapi mari kita lihat rincian peta penggunaan bahasa-bahasa di Riau.


Pekanbaru
Kota Pekanbaru tak ubahnya Jakarta yang heterogen. Bisa dikatakan pula bahwa tidak ada bahasa daerah tertentu mendominasi kota. Bahasa Melayu? Tidak terlalu banyak orang menggunakan bahasa melayu. Malahan lebih banyak orang berbahasa ocu.

Mengenai Bahasa ocu, belum ada riset resmi darimanakah asal bahasa ocu ini. Apakah lebih dekat dengan bahasa Melayu kerajaan Riau-Lingga atau bahasa Minangkabau. Jika anda bertanya ke beberapa orang ocu, maka anda akan menemukan pengakuan beragam. Ada yang mengaku ocu itu bahasa melayu tapi yang lain berkata ocu lebih dekat ke bahasa minangkabau, Bahasa kerajaan Pagaruyung.

Bisa diambil kesimpulan bahasa ocu lah yang berkuasa di ibukota provinsi Riau ini. Bisa dilihat dari posisi kota sendiri, diselubungi oleh Kabupaten Kampar, rumahnya orang ocu. Tapi jika anda pergi ke pasar-pasar tradisional jangan harap ada bahasa melayu disana, karena bahasa pasar di Pekanbaru adalah bahasa minang.

Kampar
Jelas, hampir 90 persen orang-orang kabupaten Kampar menggunakan bahasa ocu.

Rohul Daerah ini memiliki bahasa yang tak jauh beda dengan bahasa ocu dan minang. Bahasa umum digunakan kabupaten ini disebut juga bahasa Pasir (Pasir Pengaraian).

Rohil
Inilah daerah yang kuat bahasa melayunya karena betul-betul berada di pantai timur Sumatera. Namun etnis Batak dan Tiong Hoa juga tidak sedikit di-daerah-ini.
Kuansing
Bahasa disini apa yang banyak orang bilang bahasa Taluk atau bahasa Taluk Kuantan. Bahasa Taluk nyaris sama dengan bahasa Ocu hanya berbeda di beberapa suku kata. Namun bahasa taluk juga dekat dengan bahasa minang karena memang daerah ini dekat dengan wialayah minangkabau, Sumatra Barat. Lihat persamaan mitologi antara ketiga bahasa dibandingkan bahasa Melayu (Johor-Riau/Riau-Lingga):
Melayu: Parit
Ocu: Bondau
Taluk: Bondar
Minangkabau: Banda

Siak, Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Hilir
Jelas sekali daerah-daerah diatas didominasi oleh bahasa melayu. Ada empat kerajaan yang pernah berdiri disini: Siak, Indragiri, dan Pelalawan tentu semuanya itu tidak lepas dari pengaruh Riau-Lingga.

Walaupun dikuasai satu bahasa, Melayu, tapi untuk dialek setiap daerah berbeda-beda. Namun bahasa-bahasa lainnya seperti banjar, bugis, jawa juga tidak kecil jumlahnya di daerah-daerah tersebut. Selain itu bahasa etnis Tiong Hoa juga cukup besar jumlahnya terutama di daerah-daerah tepi sungai dan pesisir pantai timur Sumatera seperti Inhil, Bengkalis dan Meranti.

Nah.. Sudah jelas bukan pemetaan bahasa bahasa yang umum, banyak digunakan di Riau. Namun perlu diingat tulisan ini walaupun bisa dijadikan referensi anda sebagai penambah informasi dan wawasan namun, tidak bisa diajadikan referensi ilmiah. Karena tulisan ini murni analisa subyektif seorang Melayu, anak jati Riau.
--------------------------------------
Bahasa Umum Digunakan di Riau
Hendrawan
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Riau
Menguasai Bahasa Melayu, Ocu, Minang dan Jawa.

17 comments:

dafiDRiau mengatakan...

Saya fikir klo di PKU Bahasa minang lebih dominan, ketimbang bahasa Ocu ato melayu

dafiDRiau mengatakan...

Izin Cek Warga

Kris Hadiawan, Open Mind Set mengatakan...

Salam Ta'zim,

Bahasa melayu Riau di tiap-tiap daerah di Riau sendiri pun ternyata punya perbedaan dan karakteristik tertentu. Di setiap kampung boleh jadi berbeda dialeg dan loghat.

Bahasa Melayu Pekanbaru asli sangat mirip dengan bahasa melayu yang dipergunakan di Siak, Perawang, dan Gasib , bahasa melayu Pekanbaru masih lestari di kawasan perkampungan lama sepanjang sungai Siak (bukan di tepi sungai Siak). Namun Apabila kita telusur hingga ke daerah Pekanbaru atas , di bahagian kawasan barat dan selatan, Bahasa Pekanbaru lebih didominasi oleh bahasa Melayu Riau Kampar Raya, karena Pekanbaru merupakan daerah yang sangat dekat dengan daerah Kampar dan sekitarnya.


Bahasa melayu Kampar, Kuantan dan Rokan Hulu dan tradisinya merupakan akulturasi antara bahasa melayu Johor-Riau dengan Minangkabau. Tradisi dan budayanya lebih condong ke Melayu Riau sampai ke daerah Pangkalan sana, meski adat istiadat dan wilayahnya dulu merupakan bahagian puak minangkabau.


Selengkapnya mengenai berbagai bahasa Melayu Riau juga dapat di baca di :

http://www.krishadiawan.co.cc/2010/03/mengenal-bahasa-dan-dialeg-melayu-yang.html

:)

Skakoi mengatakan...

salam..
saya Melayu dr Malaysia,di Semenanjung juga ada perbezaan sebutan antara negeri2..
sebagai contoh..
jika anda pergi ke negeri2 bahagian Tengah dan Selatan,
-Johor,Selangor,Kuala Lumpur,Melaka dan Pahang anda akan menjumpai bahasa yg sama spt dialek Johor-Riau.
dialek melayu ini adalah dialek yang selalu digunakan dlm filem2,drama/sinetron dan urusan tidak rasmi di Malaysia.
saya - saye
kenapa - kenape
tidur- tido
bandar-banda
belum - belom
jemur - jemo
pergi- pegi
cth= bile ko nak pegi ke sane / bila anda mahu pergi ke sana.

Dialek2 lain yang ada di Semenanjung.

jika anda pergi ke Negeri Sembilan,anda akan menjumpai bahasa spt melayu minang..
saya - eden
anda - ekau
kedai - kodai
pergi - poei/poyi
kecik - kocik
cth- ekau bilo nak poei ko kodai / bila anda mahu pergi ke kedai.

Jika anda pergi ke Bahagian Utara Semenanjung spt Kedah,Penang,Perlis
disana menggunakan dialek spt
hang- saya
depa - anda
mai - mari
pi - pergi

Di Sabah dan Sarawak bahasa melayu adalah sama spt bahasa melayu di kalimantan.

walau bagaimanapun,Dialek2 diatas TIDAK BOLEH digunakan dalam URUSAN RASMI Malaysia.
kerana jika untuk peperiksaan di sekolah2,Universiti atau Urusan Negara.
Bahasa Malaysia mestilah mengikut standart atau sebutan yang sama spt Bahasa Indonesia.

Anonim mengatakan...

Setau saya,di pakanbaru tu bahasa minang nan banyak dipakai..baitu pun di duri..Even in Pasa Aie Tirih, i saw meeting hall like rumah gadang in west sumatera (minangkabau).

prim mengatakan...

Ya, bahasa disuatu daerah akan mengalami degradasi dan perubahan bahkan bisa hilang di telan perubahan zaman. Karena itu mari kita lestarikan budaya daerah masing-masing dalam lingkup / komunitasnya masing-masing. Tapi kalau di tempat umum sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia.

Anonim mengatakan...

Di pakan ba baso minang..

Anonim mengatakan...

Di Pakan ba baso minang???
Emang iya, tp dipasar2...karna rata2 org minang pedagang...
Kami kalo kepasar pakai bahasa minang biar tawar menawar harga bs akrab serta lebih murah, hehe!
Setelah keluar dr pasar, ya kembali lg kebahasa kami...melayu atau jawa atau batak.

Anonim mengatakan...

Ba baso minang ambo di Pakan e..Ocu tu pun sadunsanak jo urang minang luhak limo puluah koto..Baso ocu tu saroman jo urang pikumbuah atau daerah di 50 koto lainnyo..

Anonim mengatakan...

Salam,

Saya Melayu dari Malaysia.
Saya ingin membetulkan kesilapan pada dialek Melayu di Malaysia yang ditaip oleh "Skakoi" pada komentar ini.

DIALEK UTARA (Semenanjung Malaysia):
Hang = Awak, Kamu, Anda (In English is "You")
Depa = Mereka (In English is "They" or "Them")
Hangpa = Kalian (In English is "All of You")

~ Shah

han mengatakan...

haloo

said abdurrahman mengatakan...

saya anak jati melayu. sejak saya lahir 30 tahun yg lalu di pekanbaru tinggal dipusat kota bersekolah bergaul dengan lingkungan dimanapun di kota pekanbaru ini bahasa yg dipakai sehari-hari selain bahasa indonesia adalah bahasa minang. Dipasar memang pedagang berbahasa minang, tapi mencoba untuk jujur disekolah setelah aktiftas formal(belajar-mengajar) kelar kembali berbahasa minang walaupun saya dan kawan2 sebagian bukan orang minang tapi bahasa minang sudah sangat familiar digunakan dikota ini, kita tak bisa pungkiri itu. saat bersenda gurau dan sebagainya. Bahasa oco atau kampar lebih cenderung ke dialek minang (bahasa payakumbuh)karena dahulunya kampar berhubungan erat dengan kerajaan pagaruyung sumbar. Bisa kita dapatkan sekarang dari rumah adat, pakaian adat dan budaya lainnya yg jauh beda dgn melayu sebenarnya seperti Siak, Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Hilir. Orang-orang minang, ocu kampar sudah ada di pekanbaru sejak kerajaan siak diperintah oleh raja kecik yg dibesarkan dipagaruyung (ada juga yg mengatkan raja kecik bersal dari pagaruyung waulahualam). Walaupun kita semua heterogen tetap saja bahasa kedua selain bahasa indonesia adalah bahasa minang atau dicampur2 ocu. berikutnya baru bahasa jawa, batak dan lainnya.
Lantas kemana perginya bahasa melayu yg mempunyai negeri tercinta ini? dipakai jika didalam rumah saja atau sesama melayu. sulit sekali kita temukan dialek asli melayu dikota pekanbaru ini. Lantas apakah visi 2020 hanya slogan?



maaf jika kurang berkenan
hanya sekedar share . trims..

Anonim mengatakan...

uda 1thn tnggal d pknbru tp msh g paham sm bahasa daerah.a . .sdkit membingungkan . .

Anonim mengatakan...

sempat tajajah dek bahaso minangkabau

Anonim mengatakan...

Sejak kapan kota pekanbaru berbahasa Melayu?

Anonim mengatakan...

jujur sajalah, saya dari pekanbaru tapi bahasa minang lebih mendominasi mau di pasar,sekolah, bahkan di kantor pemerintahan pun

Anonim mengatakan...

Maaf bertanye..apa erti belokop? Saya org malaysia ...tak tahu bahasa mande ni

Poskan Komentar

Copyright @ 2007 - 2012 PekanbaruRiau.Com , All Rights Reserved - www.tintasejarah.com | www.tintabiografi.com